Mencari Dinosaurus Yang Kabur

Columbus Circle

Columbus Circle

Columbus Circle adalah semacam bunderan HI – nya New York, yang terletak diantara Central Park Selatan dan Central Park barat. Di area situ, ada mall yang menurut saya nggak terlalu besar dibanding mall – mall di Jakarta, namanya Time Warner Centre. Pagi ini kami kesana karena suami mau beli Microsoft Watch, titipan temannya. Setelah nunggu, pelayannya masih siap-siap dengan santainya, padahal kostumer udah ngantri. Akhirnya saya cuek aja deh nanya, ternyata udah sold out saking lakunya. Kebetulan di depan Microsoft store (judulnya aja store padahal mah lapak kecil 🙂 ), ada H&M yang majang tulisan sale up to 70%, masuklah si emak yang paling gak bisa liat kata – kata sale ini. Ternyata….yang di sale cuma kaos kaos lengan pendek, tipis pula. Iiih KZL kalo kata anak gaul 😀

Time Warner Centre

Time Warner Centre

Menunggu kereta datang

Menunggu kereta datang

Selanjutnya kita naik subway menuju ke American Museum of Natural History. Itu tuh…yang jadi lokasi shooting Night at The Museum, yang dinosaurusnya ngejar – ngejar penjaga museum. Tau dong ya…Jadi dengan iming – iming liat dinosaurus, anak – anak udah nggak sabar ke museum. Ayo dong maaaa…cepetan jangan liat – liat mall aja, kata ziggy.

Keluar dari subway, terlihat antrian yang cukup panjang. Dalam hati berpikir, waduh antri apa ini? Ternyata ada pintu masuk museum yang terhubung dengan subway. Mau nggak mau, kami ikutan antri. Waktu keluar dari subway, saya sempat nyenggol anak kecil yang sedang digandeng ibunya. Namanya keluar dari kereta yang ramai begitu, kesenggol kan wajar ya, tapi si ibu bule itu sempat misuh – misuh, bikin hati jadi sebel. Tambah lagi harus ngantri, pikir saya ya ampun ke museum aja harus ngantri panjang banget. Saya nggak mikir, namanya museum yang terkenal sejagat raya, lokasi di negara adi daya, ya jelas aja semua orang apalagi yang punya anak tumplek blek semua pengen kesini, tambah lagi musim liburan, komplit sudah kesebelan saya. Disini enggak perduli nenek kakek, bawa bayi, orang dengan kursi roda atau ibu hamil, semua sama aja, wajib antri, pengecualian hanya untuk member yang jadi donatur terdaftar untuk museum. Saya lihat sendiri pasangan kakek nenek yang minta diduluin, ditolak dengan tegas oleh sekuriti.

Sampailah giliran kami untuk bayar, tarif di website sih $22, tapi kalau mau lebih murah beli langsung di museum. Kami ditanya untuk 2 orang dewasa dan 3 anak, bayar $36 oke enggak? Yaudah, masa minta diskon lagi yah.Karena udah capek ngantri dan hampir jam makan siang, kami langsung menuju foodcourt yang kebetulan juga terletak di basement, lantai yang sama dengan tempat kami masuk via subway exit. Anak – anak pilih mac and cheese, saya pilih chicken finger dan cheese pizza, suami pilih nasi kuning dengan tumis kacang panjang (hahaha kayak makan di warteg aja). Ternyata mac n cheesenya ditimbang waktu di kasir, dan per 100gram harganya $5. Mahalnya…. Ziggy minta air putih karena saya lupa bawa bekal air. Ternyata enggak ada air putih, adanya sparkling water, air putih bersoda. Karena air putih tersedia gratis dari water fountain di beberapa tempat di area museum. Oh iya ngomongin air putih jadi inget kalau bener kalau ada orang yang bilang harga air putih di beberapa tempat lebih mahal daripada harga bensin di Indonesia. Jadi saya pertama kali sampai di airport sempat beli air mineral sebotol 500ml $8 aja.Tapi…kalau beli air mineral di abang – abang hotdog harga antara $1-3. Kalau di minimarket juga tetap harus liat merk dan harga juga sebelum sampe kasir ya. Kan ada tap water??? Iya tapi saya belum terbiasa, rasanya masih kayak air keran 😛

Okay, petualangan di museum dimulai dengan mencari si dinosaurus yang legendaris itu. Dimanakah dia berada…..Kami menuju ke lantai 1, karena harusnya ada dibagian depan area resepsionis kan. Ternyata oh ternyata di area ini antrian luar biasa panjangnya. Heater yang harusnya menghangatkan ruangan malah menjadikan sauna bagi para pengunjung. Terpaksa kami semua lepas jaket tebal. Sebelumnya, saya benar – benar blank tentang museum ini. Jadi kalau ada fakta yang salah silakan koreksi atau kalau mau tau yang lebih detail silakan google sendiri ya. Ini cuma cerita pengalaman saya ngubek – ngubek museum randomly. Jadi karena banyaknya orang yang berpikiran sama kayak saya, pengen napak tilas “Night at the museum” aja, makan tersedialah brosur yang berisi informasi barang dan lantai berapa saja yang jadi lokasi shooting si film NATM itu. Dan si dino yang ada di resepsionis ya fosil dino biasa aja, kurus tinggi menjulang tapi bukan yang ada di film, karena dino aslinya itu ada di lantai 4. Baiklah kita ke lantai 4 dulu, oh iya disini enggak ada eskalator. Adanya tangga dan lift yang juga jarang plus lama antrinya. Museum ini ternyata luwaaaaaaaaas banget dan banyak ruangan – ruangannya. Nyasar deh kalau nggak liat peta. Oh iya disini juga ternyata ada area Indonesia loh, seneng dan bangga deh. Ada display penari bali, kampung bali, juga wayang. Karena suasana yang remang – remang, hasil foto juga perlu editan maksimal, hihihi.

Area resepsionis museum

Area resepsionis museum

Carnosaurs

Carnosaurs

DSC00242

DSC00232

IMG_1259

IMG_1256

IMG_1254

Hai Dum Dum!

Hai Dum Dum!

Display Indonesia di AMNH

Display Indonesia di AMNH

With Uncle Teddy

Brosur Night at the Museum

Brosur Night at the Museum

Capek banget muter – muter museum yang luas ini ternyata, tambah suasana yang penuh dan panas. Kami memutuskan untuk keluar, kebetulan di museum ini banyak banget akses pintu keluar dan masuknya, jadi kalau udah capek dan bosen tinggal cari exit terdekat, enggak harus balik ke main exit. Begitu keluar dari museum yang panas, bbrrrrr udara dingin kembali menyergap, cepat – cepat saya pake jaket. Ziggy yang masih nagih air mineral langsung nunjuk abang – abang hotdog, minta beli air. Bedanya sama UAE, disini banyak abang – abang hotdog dan minuman kayak di Jakarta, hihihi jadi gampang kalau mau jajan dan haus.Sayangnya enggak ada teh botol apalagi cireng 🙂

DSC00253

Dari museum, kami kembali naik subway menuju hotel. Sempat mampir TJ Max, outlet kecil yang banyak pengunjungnya tapi kurang menarik menurut saya. Trus iseng nyobain beli donat di dunkin donat, rasanya sedikit lebih light dibanding dunkin di Jakarta yang lembut dan UAE yang rada bikin haus. Malamnya istirahat karena besok pagi kita mau ke Boston.

Shopping di Woodburry Premium Outlet

The Shopping Complex

The Shopping Complex

Balenciaga, Carolina Herera, Torry Burch, Gucci, dan Kate Spade, cuma 5 merk dari 220 merk yang ada di masing – masing outlet mereka di Woodbury Premium Outlet.

Mata berbinar, senyum merekah, dan kaki siap melangkah, itulah yang saya rasakan begitu dapat informasi dari teman arisan yang mantan pramugari kalau di New York ada outlet merk terkenal. Sebelumnya, daftar acara yang sudah dibuat suami hanya museum, Apple store, toy store dan tempat – tempat terkenal seperti Central Park atau Times Square. Jadi sepulang arisan, saya langsung google, nemu websitenya, terus daftar membership biar bisa dapet voucher diskon, dan yang terakhir tentu merayu suami agar masuk ke agenda acara.

Jam 8 pagi, kami sudah dijemput Khalid, private taxi yang sebelumnya menjemput kami di airport. Sebenarnya ke Woodbury bisa ditempuh dengan bis, ada beberapa merk bis dengan lokasi keberangkatan yang berbeda. Rata-rata ongkosnya sekitar USD 38 bolak-balik. Harus diperhatikan jadwal keberangkatan dan kepulangan agar nggak ketinggalan saking asiknya shopping. Pertimbangan kami memilih sewa mobil tentu saja karena ada 3 krucil yangbakal kecapekan kalau kami harus naik turun bis. Cuaca pagi itu gerimis, untung saja kami enggak harus lari ke subway dan nyari bis sambil gandeng-gandeng anak. Jalanan masih cukup lengang, terlihat air di sungai yang kami lewati hampir penuh. Mulai meninggalkan area Manhattan, terlihat supermarket besar seperti Target juga Home Depot. Padahal saya pengeeeeen banget ngeliat isi supermarket Amerika, kan kalo liat di film – film tuh mereka jual aneka chips atau cheese ball dengan kemasan jumbo, atau deretan rak supermarket yang penuh dengan aneka merk dan warna makanan. Ternyata mereka adanya di dekat kawasan tempat tinggal bukan di area kota yang harga sewa tanahnya udah meroket. Hujan masih turun, di kanan kiri terlihat perumahan yang seperti saya liat di film. Rumahnya seperti rumah kayu, dipenuhi pohon rimbun, rumah satu dengan lainnya tidak menempel seperti di Indonesia. Yang jelas tidak berpagar juga. Di kota saya tidak melihat Wendy’s, KFC dan juga Pizza Hut. Ternyata mereka adanya ya di dekat pemukiman ini. Woodburry Premium Outlet ini adanya di area seperti puncak. Setelah hampir 1 jam kami pun sampai. Masuk ke information center dan ikutan orang-orang ngantri. Ternyata kalo naik bis, gratis buku voucher yang bisa dipake buat belanja di outlet yang berpatisipasi. Karena saya nggak naik bis, akhirnya saya beli deh bukunya USD10. Ada juga sih rental mobil tertentu yg gratis buku voucher juga. Katanya kalo udah member harusnya juga bisa ngeprint sendiri. Tapi saya lupa, terlalu sibuk packing 🙁

DSC00191

DSC00205

DSC00194

Keluar dari information centre, pemandangan pertama adalah antrian orang di Torry Burch. Astaga….pagi-pagi begini, masih jam 9 saudara saudara….orang udah ngantri. Ayo semangat! kata saya dalam hati. Sambil liat peta, tujuan saya sejujurnya adalah Coach yang ada ditengah. Tapi yaudah sambil lewat sambil liat – liat yang lain deh. Kemudian saya masuk ke rumah Gucci, padahal kalo di Plaza Senayan sih saya enggak berani masuk ke sini, hihihi pelayannya belagu sih :p. Harga tas Gucci yang saya ingat, model speedy bag harganya USD 899. Enggak tau harga di mall berapa. Yang jelas pelayan disini ramah dan gak belagu. Outlet selanjutnya, Michael Kors, tulisan 50% Sale dipasang besar – besar di jendelanya. Didalam orang – orang sudah ramai, masing – masing sudah pegang tas juga dompet. Saya cuma liat – liat dulu, setidaknya survey harga dulu. Cuma karena setau saya MK udah banyak dipalsu, jadi nggak terlalu minat. Lanjuut ke Polo Ralph Lauren. Ke sini karena suami udah keabisan baju. Dapat satu celana panjang dan 2 kaos. Dapet diskon tambahan dari buku voucher. Dari Polo, lanjut ke Coach. Oh iya disini banyak vending machine, jadi sambil nunggu mamanya liat- liat, suami dan anak-anak asyik jajan dari vending machine. Di Coach, barang – barang tidak sesuai harapan. Model tasnya udah gak up to date banget, dan memang beda dengan Coach di mall. Saya pegang kulitnya tipis, beda sama MK yang walau di outlet, barangnya sama dengan di Mall, kualitas kulitnya pun tebal. Di Coach outlet, saya beli dompet aja. Dompet yang udah lama saya pengenin :). Trus lanjut lagi ke Kate Spade, disini juga diskon 60%. Outletnya kecil, enggak sebesar Coach dan MK. Suami yang baik dan pengertian, lagi – lagi mau nemenin anak- anak diluar, sementara saya udah kayak anak kecil nemu permen, girang! Keluar dengan bawaan 1 shopping bag, kami menuju food court untuk makan siang. Di food court ada McD, Chinese Food, Resto Sea Food, juga bakery. Dengan alasan ragu akan kehalalan daging, jadi pilihan kami selama di NY cuma chicken atau sea food aja. Alhamdulillah anak – anak juga enggak tergantung sama nasi. Yang penting makan judulnya 🙂

DSC00196

DSC00184

Selesai makan, kami lanjut ke Disney Store, enggak banyak yang bisa dibeli karena diskonnya 20% aja. Keluar dari sini, anak – anak udah mulai capek dan rewel bosen. Karena kami sudah hampir diujung komplek, suami mempersilahkan saya untuk lanjut liat – liat sementara dia menemani anak – anak yang menghalau bosan dengan lari – larian. B erada di area merk anak – anak, maka ada play ground di taman depan outlet. Sayangnya karena habis hujan, jadi playground masih basah. Di area anak, ada The Children Place (discount 20% aja), Gymboree (diskon 40% for all, banyak juga special price baju toddler antara USD 7 – 10), sementara merk lain nggak saya datengin karena kurang menarik. Di dekat situ ada kumpulan merk sport seperti Nike dan Adidas, dll yang enggak saya datengin.

DSC00199

Karena udah capek, kami memutuskan untuk istirahat dan menunggu jemputan di Information Centre saja. Di tengah jalan, kami lihat ada toko parfum dengan tulisan “Buy 1 Get 1, $10,00”. Suami bilang, lihat gih siapa tau $10 dapet 2 botol parfum lumayan. Ternyata…..emang orang jualan bisa aja yaaaaa. Maksudnya “Buy 1 Get 1, $10,00” itu adalah Buy 1 parfum dengan harga normal ($35 – 60) boleh beli parfum merk tertentu dengan harga $10. Kena deh….. 🙂

DSC00201

Jam masih menunjukkan pukul 14.00, sementara kami minta dijemput jam 15.00. Enggak apa – apa nunggu sejam, secara udah capek booow…keliling shopping komplek dengan 3 anak. Kalau ada yang bilang sehari nggak cukup disini, buat saya enggak juga. Patokannya liat aja diskon yang ditawarkan, kalau cuma 20% mah berarti sama aja sama harga mall, kalau udah pasang diskon 40% baru layak dipertimbangkan. Pengunjung yang saya lihat kebanyakan orang dari China, diikuti Rusia/Eropa, baru Amerika sendiri. Walau saat di food court ketemu juga sama keluarga Indonesia yang sudah 5 tahun menetap di NY, waktu menunggu di information centre, sempat juga liat serombongan pasangan Indonesia, enggak lupa bawa koper siap borong seperti pengunjung lainnya. Lagi bengong – bengong eeeh mata enggak sengaja liat temen yang tinggal di Abu Dhabi juga, baru datang dengan suami dan anaknya. Hiyaaaa….emang kalau perempuan enggak jauh – jauh deh ketemu dan ngumpulnya ya di tempat shopping 🙂

Ketemu teman yang tinggal di abu dhabi juga :)

Ketemu teman yang tinggal di abu dhabi juga 🙂

DSC00211

Sampai di Hotel jam 5 sore, jam 7 anak – anak udah terlelap tidur. Alamat deh jam 2 bangun lagi kalau jam 7 udah teler begini. Buat makan malam, karena anak – anak udah tidur mau gak mau kami browsing resto yang bisa delivery. Bosen dong ah, makan hot dog pinggir jalan mulu. Ternyata samping hotel persis ada restoran Thailand, kami lihat menunya menarik dan harganya masih terjangkau. Yaudah suami yang turun kebawah, enggak lama dia balik lagi dengan tangan hampa. Katanya antriannya panjang banget. Iseng – iseng kami telpon, ternyata dia bisa delivery dan cepet lagi. Yuuummm…

Bener kan…jam 2 pagi anak – anak bangun dan kelaperan. Selesai makan, mata makin seger yang ada. Dan kami memutuskan jalan – jalan dengan tujuan jajan di minimarket. Jalanan enggak sepi – sepi banget, masih ada aja rombongan turis yang foto – foto pagi buta begitu. Seru juga, anak – anak enggak rewel jalan malam dengan udara dingin, sesekali saya minta mereka agak cepat jalannya, takut ketinggalan dan ada yang nyulik, hiiii jangan sampe. Ada juga sih gelandangan yang tidur di pinggir jalan juga orang mabuk yang teriak – teriak enggak jelas. Kami jajan cereal dan apple buat anak – anak. Selesai belanja, kami kembali ke hotel dan siap – siap karena jam 6 kami harus berangkat ke stasiun kereta Pensylvannia menuju Boston.

Next : Cari toilet di Harvard