Jalan – jalan ke Sri Lanka

IMG_0062.JPG

Liburan akhir tahun kali ini, kami memutuskan untuk pergi ke Sri Lanka. Kenapa Sri Lanka? Karena suami tersayang pernah tinggal disana waktu SMP, dan saya penasaran kayak apa sih negaranya. Perasaan semangat liburan, dimulai dengan browsing tiket terus mulai nonton vlog orang – orang yang udah pernah ke Sri Lanka. Makin nggak sabar banget, karena liat pemandangannya yang bagus kayak Indonesia, ada pantai dan area puncak yang sejuk. Yang pengen liat bagusnya Sri Lanka, vlog yang saya suka bisa di search : 240 days in Sri Lanka (Feras Awad), FunForLouis, dan satu lagi vlogger Indonesia rachgoddard. Kalau blog : Where is Sharon, dia membahas detail tentang 3 minggu perjalanannya di SL dengan 2 anak.

Oke, udah nggak sabar nih pengen cerita hal seru apa saja yang saya liat dan lakukan di Sri Lanka.

Day 1 – 25 December 2016

Perjalanan ke SL menempuh waktu 4 jam dari Abu Dhabi (AD), dengan dijemput supir dari travel agent yang sudah kami pesan, kami menuju hotel Kingsbury. Airport ke hotel ditempuh selama 1 jam.  Hotelnya terletak di pinggir pantai, juga dekat dengan Dutch Hospital Precinct (Rumah Sakit peninggalan Belanda yang diubah jadi tempat nongkrong kayak di Kemang, ada restoran, toko baju, bahkan tempat spa). Karena kami sampai sudah menjelang malam, jadi nggak bisa pergi jauh – jauh. Ditambah saat itu hari natal, dijalanan penuh ramai orang yang berjalan bersama keluarga (belangkangan saya baru tau kalo dipinggir pantai itu ada pohon natal tertinggi di dunia).

Day 2 – 26 December 2016

Pagi ini kami menuju Nuwara Eliya, area perkebunan teh di puncak pegunungan yang tinggi, kalau pernah baca teh merk Dilmah yang terkenal itu, ya dari Sri Lanka itu asalnya. Perjalanan dari Colombo ke Nuwara Eliya normalnya memakan waktu 6 jam. Di tengah jalan supir mengajak kami mengunjungi museum sekaligus toko perhiasan yang menjual aneka batu khas SL. Kami disuguhi video cara mendapatkan aneka batu berharga tersebut, yang bila menggunakan cara tradisional, memang cukup rumit, makanya harganya lumayan mahal. Setelah itu, supir mengajak ke spice shop. Pikiran saya, Cuma toko biasa yang jual aneka bumbu dapur. Ternyata, kami diajak keliling kebun aneka tumbuhan obat seperti lada, lidah buaya, kayu manis, cengkeh, cendana sampai vanilla. Masing – masing tanaman,  diceritain khasiat dan cara konsumsinya. Ternyata yang dimaksud spice shop itu adalah tumbuhan alami yang diolah jadi produk baik untuk kesehatan atau kecantikan, istilah mereka disebutnya Ayurveda. Setelah keliling kebun, kami diajak ke tokonya. Bilangnya nggak maksa, tapi dia main ambil – ambil aja produk yang menurut dia saya terlihat tertarik, main taro aja di kasir, padahal harga nggak tercantum, dan dia nyerocos terus. Akhirnya saya tanya, berapa total? Ternyata nggak murah, pasti udah jadi komersil banget, tambah lagi pasti supir juga dapet komisi nih. Yaudah, kata suami nggak papa, coba siapa tau bagus.

IMG_9741

Aneka tanaman obat keluarga di Spice Shop

Akhirnya setelah melalui jalanan yang meliuk – liuk panjaaaaaang banget, magrib kami baru sampai di The Grand Hotel. Hotelnya cantik banget, lampu – lampu menghiasi ditambah alunan piano yang syahdu menambah kesan romantis. Sayangnya ada bagian hotel yang tidak ada liftnya, jadi kalo butuh lift, pastikan saat booking minta yang ada akses lift nya.

KRAM2588

The Grand Hotel – Nuwara Eliya

 

Day 3 – 27 December 2016

FKZO0303

Lapis legit special dibawa khusus untuk birthday cake

Pagi yang indah, alhamdulillah birthday tahun ini bisa ada di tempat baru, sengaja bawa lapis legit hadiah bday dari kakak sepupu yang tinggal di Dubai biar gak usah beli cake lagi , hehehe. Dari jendela kamar yang terbuka (iya nggak ada AC di hotel ini, jadi anak – anak tidur pake singlet, jendela dibuka lebar) saya liat hujan turun rintik – rintik, romantis. Tujuan wisata kami hari ini adalah mengunjungi Lake Gregory, Ambewela Farm dan Mlesna Tea Castle.

Lake Gregory

Tiket masuk nggak gratis tapi bisa ditawar. Danau dengan pemandangan bukit – bukit ini menyediakan taman untuk duduk santai, ada playground juga dan kapal bebek untuk killing danau. Kami Cuma foto – foto sebentar aja, karena masih gerimis.

IMG_9817

Gerimis di Lake Gregory

IMG_9783

Ambewela Farm

IMG_9829

Pemandangan di sekeliling farm, sejuuuk

Dari Nuwara Eliya kesini, sekitar 1 jam. Sepanjang jalan pemandangan di kanan kiri bukit – bukit hijau perkebunan teh, sejuuuuk banget. Banyak villa dan hotel – hotel, namun sayangnya rumah warga disepanjang jalan terlihat timpang karena mereka masih hidup amat sederhana. Banyak warga yang masih belum memakai alas kaki, juga sedikit sekali kendaraan Pribadi. Hanya bajaj yang banyak saya lihat terparkir dihalaman rumah. Iya bener bajaj yang roda 3 itu, hehehe. Untuk bepergian, masyarakat mengandalkan bus dan kereta. Iya dipuncak gunung pun ada kereta disini.

IMG_9853

Sapi di Ambewela Farm

Jalanan masih berkabut pagi itu, tiba – tiba dikejauhan terlihat kumpulan sapi – sapi besar yang sedang merumput, anak – anak seneng banget lihatnya. Sayangnya karena berkabut, nggak bisa difoto Cuma keliatan buntelan coklat diantara kabut putih hehehe. Nggak lama, kami pun sampai di Ambewela farm. Kami sempat bingung waktu supir hanya mengantar sampai gerbang masuk, karena dari jauh hanya terlihat 3 bangunan panjang di tengah bukit. Setelah dekat, baru terlihat bangunan seperti Gudang panjang tempat para sapi sedang makan, bangunan lainnya ternyata tenpat pengolahan susu segar, keju dan ada restoran kecilnya. Ada satu hal yang saya ngerasa lucu, saat itu saya pake gamis model syar’I , biasa emak ganjen pengen terlihat kece kalo difoto, tapi jadinya sepanjang jalan, orang – orang jadi ngeliatin saya sambil senyum senyum ngliatin jilbab saya yang panjang terurai. Kali dipikirnya, ini orang ke peternakan aja pake gaun, hahaha maklum cyiiin mau pemotretan di bukit 😀

IMG_9858

Jajan susu segar dan Fish Roll

Mlesna Tea Castle

IMG_9911

Mlesna Tea Castle

IMG_9905

Devon Falls di sebrang Mlesna Tea Castle

Perjalanan dari hotel ke Mlesna Tea Castle juga memakan waktu hampir sejam. Sebenernya nggak semua tempat yang kita kunjungin hasil ajakan si supir merangkap guide ini, karena dari rumah kita juga sudah buat itinerary sendiri tempat – tempat yang mau kita datangin. Nah ditengah jalan, kadang si supir nanya dengan sopan, mau lihat ini nggak misalnya, karena mereka akan dapat tips kalau kita belanja, atau dapat makan gratis kalau di restoran. Mlesna ini hasil pilihan kami sendiri, lokasinya dekat dengan air terjun Devon. Bangunan puri megah dengan teko raksasa menyambut kami. Di dalam ada restoran kecil, toko aneka jenis teh dan mini museum yang sepi karena kami saat kami kesana sudah sore. Mata emak – emak ini langsung melek liat aneka teh dalam kemasan yang cantik – cantik. Ada teh hijau, teh melati, teh sirsak, dll. Selesai borong teh, nggak lupa kami nyicipin aneka minuman teh ditemani mini donat dan éclair, yang surprisingly enak, sampe beli ekstra buat dibungkus buat ngemil di hotel nanti.

IMG_9902

Berpose dulu sebelum kembali ke hotel

IMG_9898

Masih gerimis di luar, enaknya minum teh hangat

Day 4 – 28 December 2016

Pagi ini gerimis masih menyambut kami, rasanya masih pengen tarik selimut tapi kami harus berangkat pagi menuju Bentota beach, yang katanya 6 jam perjalanan lagi turun ke bawah. Oooh noooo….masih kebayang mualnya saat perjalanan Colombo – Nuwara Eliya, sekarang harus siap mual lagi. Oh iya, sarapan di Grand Hotel ini, semua enak. Banyak banget varian makanan, buahnya juga seger – seger kayak di Indonesia. Saya yang jarang makan papaya di UAE (mehong boo, dibanding papaya di Indonesia), puas makan papaya selama di Srilanka ini.

IMG_9775

Sarapan di The Grand Hotel

Udawalawe National Park

IMG_9941

Jeep khusus untuk safari

Di Srilanka ada beberapa National Park yang modelnya kita naik jeep besar per family/group dibawa ke padang luas dimana hewan dilepas dialam bebas, bukan dikandang atau pagar seperti di Taman Safari, walau jumlah hewan yang bisa kita temui pun terbatas. Sengaja kami memilih Udawalawe karena searah dengan tujuan kami ke Bentota Beach.

DTZA9441

Burung Merak di alam bebas

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Nuwara Eliya, kami pun sampai di Udawalawe. Kami pindah ke Jeep besar yang khusus disediakan oleh pihak taman, ditemani oleh seorang pemandu yang sudah berpengalaman. Mata si pemandu ini sudah terlatih banget, bisa melihat adanya monyet dari jarak jauh walau yang keliatan di awal hanya ujung buntutnya, jeep pun beberapa kali mundur karena tiba – tiba pemandu bilang dia melihat hewan. Canggih! Hewan yang bisa kami temui di taman seperti, aneka burung termasuk burung merak, monyet, buaya dan gajah.

KQGW2786

Gajah sedang berusaha meraih tangkai pohon untuk makan siangnya

Keseluruhan, pengalaman melihat langsung hewan liar di alam bebas dengan pemandangan yang indah cukup berkesan buat saya dan anak – anak 🙂

IMG_0683

Rombongan peserta safari

XKSY4081

Family picture di depan jeep yang membawa kami keliling taman

IMG_0688

Udawalawe National Park

 

Day 5 – 29 December 2016

Avani Resort – Bentota Beach

Walaupun sudah booking lebih dari sebulan sebelumnya, kebanyakan hotel di area Bentota Beach sudah penuh. Saya pun sampai berapa kali mencoba beberapa situs selain booking.com dan Agoda untuk bisa stay di Avani, karena selain reviewnya yang cukup bagus di Tripadvisor, akses langsungnya ke pantai bikin saya makin pengen nginep disini.

Kamarnya luas, pemandangan depan kamar pun langsung ke kolam renang dan deretan pohon kelapa di pinggir pantai, duh bikin betah banget buat santai – santai.

IMG_9998

View depan kamar. masya Allah

Hari kedua disini, kami mulai dengan mengunjungi tempat penangkaran penyu. Ini adalah kali pertama kami mengunjungi TPP, baru tau kalo ada beberapa jenis penyu dan dibutuhkan perawatan yang berbeda untuk aneka jenis penyu. Baru tau juga kalo ternyata penyu itu berat! 😀

IMG_0682

Walaupun terlihat kecil ternyata berat loh.

Kemudian kami menuju Madu River untuk mencoba naik perahu menyusuri sungai Madu. Sebenernya saya takut naik perahu, apalagi liat sungainya luwaaaaas banget. Tapi karena penasaran, yaudahlah coba aja. Setelah tawar menawar, kami pun diajak naik perahu, dimulai dari menyusuri hutan bakau, lanjut menyusuri sungai, terlihat ada gubuk ditengah sungai yang ternyata jualan es kelapa. Tapi kami nggak minat, karena kelapa di Srilanka jenisnya kelapa kuning yang menurut saya nggak seger dan manis dibanding kelapa hijau. Kemudian kami menepi, untuk coba fish massage. Aduduh geli bangeeeet, secara ikannya gede – gede, kebayang kan mulut ikan yang mangap – mangap dikaki kita. Trus lanjut lagi kita diajak ke tempat pengolahan kayu manis secara tradisional, setelah diberi sedikit penjelasan tentang khasiat kayu manis, kami ditawari untuk membeli kayu manis dan minyaknya. Ditengah perjalanan pulang, hujanpun turun, seru bangeeet ngerasain ujan – ujanan ditengah sungai. Walau basah kuyup, tapi hati bahagia 🙂

IMG_0009

IMG_0687

Darren & papa-nya 🙂

IMG_0686

Membelah sungai Madu

IMG_0010

Fish massage dengan ikan mas koki, geliiii!

Day 6 – 30 December 2016

Hari terakhir di bentota, rasanya nggak mau pulang, masih betah disini. Selepas jumatan di sekitar hotel, kami pun menuju Colombo. Perjalanan dari bentota menuju Colombo juga sekitar 3 jam. Karena sudah booking jauh – jauh hari untuk bisa dinner di Ministry of Crab, restoran dengan menu kepiting yang terkenal di Colombo, dari Bentota kami hanya singgah lunch terus langsung menuju hotel biar bisa check in , naro koper dan menuju restoran.

IMG_0079

Kotu, makanan khas Sri Lanka

IMG_0089

Menunggu restoran MOC dibuka

IMG_0105

Interior restoran

Untuk makan disini, wajib booking terlebih dahulu, karena sejak menjelang restoran dibuka, orang – orang sudah antri, kemudian bila nama kita sudah terdaftar, baru kita boleh masuk. Kalau belum booking, kecil kemungkinan bisa go show kecuali ada orang cancel tiba – tiba.

IMG_0092

Karena masih jam 6 sore dan belum terlalu lapar, kami hanya memesan sedikit. Ternyata emang rasanya juara, kepitingnya terasa manis dan fresh dengan bumbu yang pas. Yang jelas, harganya lebih murah dibanding kepiting Indonesia. Wajib dicoba kalo ke Colombo.

IMG_0096

Garlic Chilli Crab, finger licking good.

Day 7 – 31 December 2016

Colombo

Cuma sehari disini rasanya masih kurang. Agenda hari terakhir adalah silaturahmi, dimulai dengan temen SMP suami yang mengunjungi kami di hotel. Kemudian lanjut makan siang bersama kenalan keluarga suami yang sudah tinggal di Colombo lebih dari 20 tahun diakhiri nostalgia mengunjungi KBRI dan sekolah suami di Colombo International School. Duuuh belum puas rasanya jalan – jalan di Colombo, suatu saat saya harus balik lagi kesini. Colombo……I want more! 🙂

IMG_0694

Salah satu teman SMP suami

IMG_0693

Berfoto di KBRI Colombo

IMG_0695

Nostalgia SMP (walau cuma dipagar, karena hari libur)

IMG_0130

Last crab before heading to airport, super yummy!

Leave a Reply