Jalan – jalan ke New York (Part 1)

liberty

W : Abi beruntung banget ya, bisa sering – sering ke Amerika. Kayak apa sih bi, Amerika? Kalau abi punya rejeki, aku diajak ke amerika nggak? Ke bagian mana dulu dari Amerika bi?

Z : Ya rame lah, aku mau ajak ummi ke New York. Biar bisa liat Times Square sama Central Park

W : Aamiin…yaudah aku nurut aja deh mau diajak kemana sama Abi

Saya ingat itu percakapan kami beberapa tahun yang lalu. Namanya perempuan udah dibilang mau diajak aja udah seneng, nggak kebayang beneran diwujudkan sama si Abi. Tahun 2012 saya mulai bikin visa Amerika berbekal dokumen undangan konferensi yang akan diikuti oleh suami. Alhamdulillah lancar dan langsung dapat, walau ternyata saya tidak jadi ikut karena usia kandungan yang tidak memungkinkan. Dua tahun kemudian, setelah hadir anggota keluarga baru, suami menyuruh saya untuk apply visa Amerika untuk anak – anak. Alhamdulillah semua dapat sticker visa.

Melihat iklan Etihad yang menawarkan jasa US Pre-clearance untuk penerbangan ke US via Abu Dhabi membuat abi tertarik untuk hunting tiket. Sesuai “janji” dahulu, destinasi yang dipilih adalah New York. Saya yang buta tentang Amerika pasrah saja, semua jadwal acara dan pilihan akomodasi dan transportasi semua diatur suami. Jadwal yang dipilih adalah tanggal 25 Des 2014 – 01 Jan 2015.

Sebulan sebelumnya kami sudah mulai mengkoleksi pernak – pernik baju musim dingin, seperti jaket, sarung tangan, thermal cloth, kaos kaki tebal, juga winter boots. Sampai dihari H, semua pernak – pernik pakaian sudah siap. Tidak lupa bawa snack yang cukup dan activity book buat anak – anak mengingat waktu yang akan ditempuh selama 14 jam. Sampai di bandara, setelah check in, seingat saya kami masuk imigrasi lanjut ke gate 31 khusus penerbangan ke US yang memiliki fasilitas US pre – clearance (sampai tahun 2014 tidak semua penerbangan ke US dari Abu Dhabi yang memiliki fasilitas tersebut). Mulailah antrian panjang yang didominasi oleh warga India. Kebanyakan mereka harus duduk kembali untuk menunggu dokumen mereka diverifikasi. Keluarga kami lancar lanjut ke pemeriksaan bawaan cabin dan X-ray, saya sempat disuruh masuk ke ruang khusus untuk di periksa oleh petugas wanita. Di point ini kami harus lepas sepatu termasuk anak- anak, plus lepas cardigan buat saya. Setelah ini kami antri kembali untuk pemeriksaan passport oleh petugas Imigrasi Amerika. Pertanyaan dari petugas seperti : apa benar ini koper anda (ditunjukkan foto koper kami saat check in), apa anda bawa hadiah, apa isinya (saya memang bawa hadiah untuk teman yang sudah dibungkus kertas kado), apa anda punya saudara disana?. Selanjutnya saya dan suami scan sidik jari, sedang anak-anak hanya dikonfirmasi wajah saja. Alhamdulillah lancar juga. Keluar dari imigrasi ternyata kami keluar paling duluan, sampai – sampai boarding room belum buka dan kami bisa antri paling depan.

Antri pertama depan boarding room

Antri pertama depan boarding room

Jangan lupa sebelum terbang, untuk check in online sehingga bisa pilih kursi paling depan yang lebih luas jadi kaki bisa selonjoran dan lebih dekat ke toilet. Kalau bawa anak juga bisa pesan kids menu, jadi pramugari bisa tau tempat duduk kita, makanan dianter lebih dulu juga langsung dapat activity bag for kids. FYI nih, menu makanan anak lebih enak dari makanan dewasa, apalagi dengan penerbangan yang didominasi orang India, menu makanannya juga mengikuti selera India.

Selama 14 jam penerbangan saya dan suami nggak bisa tidur karena harus gantian jaga Hakeem yang tidurnya juga sebentar – sebentar aja. Jadilah begitu sampai di New York saya pusiiing dan sedikit gemetar. Karena nggak berani bawa stok obat, saya cari panadol dulu di toko terdekat dalam airport, tapi nggak ada panadol. Akhirnya saya beli aspirin dan Dramamine (obat untuk mabuk darat),tapi yang saya minum si dramamine karena saya pikir bisa mengurangi mual dan pusing saya.

Setelah ambil bagasi, kok kami langsung keluar dan ketemu supir jemputan kami? Saya sempat heran begitu juga dengan supir taksi. Dia tanya kamu naik pesawat apa, kok keluarnya di bagian domestik. Jadi…..keuntungan dari US pre-clearance ini ternyata kami nggak harus antri imigrasi lagi begitu sampai di US. Begitu ambil bagasi, udah langsung keluar aja tanpa antrian apa- apa. Kata si supir enak banget, karena yang punya fasilitas ini hanya Canada dan Irlandia, ditambah Abu Dhabi sekarang.

Sebelumnya suami sudah booking private taxi, minta yang jenis van agar muat dan dapat baby car seat buat Hakeem. Supir taksi kami Khalid, muslim Palestina tapi lahir dan besar di NY. Karena malam natal, jalanan lumayan sepi dan lancar. Suhu diluar lumayan dingin 10 derajat celcius. Jarak dari airport ke hotel kami di Meridien Central Park cuma 45 menit. Bayangan saya hotel Meridien di Jakarta kan besar ya, lobinya aja mewah. Tapi….tidak berlaku untuk hotel – hotel di NY (saya nggak tau hotel di Amerika bagian lain ya…). Hotel kami bukan di pinggir jalan besar, begitu turun taksi langsung masuk lobby yang juga kecil kalau dibanding hotel – hotel di Jakarta apalagi hotel di Dubai. Jauuuuuh. Setelah dapat kunci, naiklah kami menuju kamar. Lorong menuju kamar pun sempit dan remang – remang (saya jadi ingat hotel supreme di Singapur). Kamar kami terdiri dari satu queen size bed, meja makan dan dua kursi, meja kerja, dan dua sofa yang salah satunya bisa diubah menjadi tempat tidur buat anak- anak. Kamar mandinya pun tidak ada bath tube nya. Hanya standing shower dengan gorden kain yang membatasi dengan washtafel dan closet.

Gara – gara minum Dramamine, saya langsung “pingsan” disamping Hakeem yang juga tidur. Asli ngantuk berat yang tidak tertahankan. Saya cuma ingat sempat dibangunin abi yang baru pulang dari minimarket dengan Darren Ziggy, disuruh dinner pake fruit salad karena, makanan lain udah abis katanya. Habis itu lanjuuut tidur lagi. Tapi rupa- rupanya anak- anak jet lag, jadi jam 2 pagi semua bangun segar bugar, nonton TV dan mulai jumpalitan termasuk Hakeem. Alhasil menjelang subuh baru tidur lagi.

Day 1 :

Pagi ini kami sarapan di Le Pain Quotidine, di Dubai ada beberapa cabangnya. Menu favorite pastinya Pain au Chocolate, tapi hari ini kami mau coba yang lain. Belgian Waffle with jam and cream buat anak – anak, buat ortunya kami pesan quiche, yang hadir dengan salad. Lupakan nasi uduk apalagi lontong sayur hahaha :). Wafflenya enak sekali, terasa butternya dan fluffy. Minumnya kami pesan hot chocolate yang disajikan dalam mangkuk kecil, bukan mug atau cangkir. Selesai sarapan kami kembali memakai peralatan tempur kami untuk melawan cuaca dingin. Tujuan kami pertama adalah Central Park. Alhamdulillah kesampaian juga ke Central Park. Sepanjang jalan semua orang berjalan cepat, iya karena selain untuk lebih cepat sampai tujuan, dengan membakar kalori tubuh akan membuat badan hangat dan tidak menggigil, cepat sampai tujuan berarti cepat dapat suhu hangat dari heater dalam ruangan.

Dipinggir Central Park sudah banyak kereta kuda yang menunggu turis untuk keliling taman. Kudanya besar – besar banget, beda sama kuda yang biasa saya lihat di Indonesia. Kata suami namanya juga kuda bule, gede lah :p . Karena tertarik, naiklah kami ke kereta kuda ini. Ongkosnya USD50, plus tips jadi USD70. Di New York sini semua tips sudah diminta dari awal, kalau di café atau restoran ada juga tips yang disarankan di bill yang kita minta. Maksa yah – __-. Ternyata rute yang dikelilingin gak terlalu lama, saran saya sih nggak usahlah coba. Rugi, hehehe. Jadi sambil naik kereta, si abangnya cerita itu hotel mewah di daerah sini, itu rink buat skating, itu zoo, dst dst. Selesai keliling dia nawarin untuk motoin kami, tapi hasilnya yaaaa asal foto gitu deh.

Naik Kereta Kuda

Naik Kereta Kuda

Selesai naik kereta kuda, kami lanjut explore sedikit lagi central park, nggak lama karena abi mau solat jumat janjian bareng temannya dari Dubai yang sekarang pindah ke NY. Sementara abi solat, kami istirahat di hotel dan lunch pake hotdog pinggir jalan aja yang banyak dijual di sekeliling Central Park. Jangan lupa pilih yang ada tulisan halalnya.

IMG_0096

Menurut jadwal, harusnya sepulang abi jumatan kami mau ke Central Park Zoo, tapi abi pulangnya kesorean karena Jumatan nya lanjut dengan Asar (Asar nya jam 2siang)…Jadi kami datang jam 4 sore dan petugas sudah teriak – teriak mengingatkan kalau zoo tutup ½ jam lagi. Ya sudahlah kalau begitu, kita duduk – duduk saja di kursi sambil makan cheese pretzel dan melihat anjing laut yang hanya berjarak 5 meter dari pinggir. Sambil iseng saya baca plat besi yang tertanam di senderan bangku – bangku, ternyata bangku itu sumbangan dari orang – orang. Dengan tulisan yang unik, seperti “Come sit on me”, atau untuk mengenang cucu kami dari Liz dan Albert. Bagus yah idenya. Habis itu kami lanjut jalan mau liat FAO Schwartz, toko mainan anak – anak yang besar.

IMG_0055

Jalanan semakin penuh dengan para turis. Ternyata ada Apple Store di depan FAO Schwartz. Antrian mengular dari depan Apple Store sampai turun ke bawah, jadi tokonya ini ada dibawah tanah tapi terlihat dari kubah Apple yang transparan. Iiiih rajin amat ngantri kata saya dalam hati, ternyata oh ternyataaaa….masuk ke toko mainan pun ngantri, panjang pula. Sampai ada jalur pembatasnya antara yang mau masuk dan keluar. Ampuuuun. Mau beli mainan aja kok kayak mau minta jatah apaan. Setelah masing – masing dapat jatahnya, kami pun pulang. Capek.

IMG_0069

Tapi mau mampir dulu beli chicken rice di The Halal Guys yang terkenal seantero jagat, entah jagat mana :). Tapi lagi – lagi, antrian panjang menyambut kami, kata abi di sebrang ada lagi mi. Coba kita liat, sama aja ternyata, nggak ada harapan. Tapi saya berpikir, kalau orang sampai rela antri kayak apa rasanya. Yaudah bi, kamu duduk sama anak- anak, aku yang antri. Ternyata antrian berjalan lumayan cepat, dan kami bisa pulang menenteng 3 bungkus mix chicken and gyro over rice.

Mix chicken & gyro over rice

Mix chicken & gyro over rice

Sampai hotel, anak – anak langsung bongkar lego mereka, saya buka si nasi ini, ternyata isinya suwiran ayam dan cacahan daging kambing super duper generous diatas nasi yang berwarna oranye dan sedikit sobekan daun lettuce. Pelengkapnya dikasih beberapa cup kecil saus putih dan sambal sachete homemade. Sausnya rasanya campuran yoghurt tawar dan mayonaise, sambalnya ajegile! Pedes banget! Semoga malam ini bisa tidur nyenyak biar besok kuat jalan – jalan.

Bersambung……. 🙂

8 thoughts on “Jalan – jalan ke New York (Part 1)

  1. Halo Bu, perkenalkan nama saya Yohanes. Saya kebetulan ingin jalan2 ke new york juga bulan depan. Kalau tidak keberatan saya bole tanya2 gak? Via email. Thanks alot 🙂

Leave a Reply