Burj Khalifa – At The Top (Review)

Menyebut Burj Khalifa, saya yakin semua orang yang melek internet pasti tahu kehebatannya. Yang belum tahu, silakan google atau baca di wikipedia :).

Setelah hampir 2 tahun tinggal di Dubai, kami baru berkesempatan untuk “nyicip” naik ke bagian atas Burj Khalifa. Kenapa bagian atas, karena At The Top itu masih di lantai 124 dari 163 lantai yang ada di Burj Khalifa (BK)

Sebagai salah satu atraksi turis di Dubai, BK merupakan salah satu tempat terlaris dan tujuan wisata yang wajib dikunjungi. Untuk bisa naik ke atas BK, baiknya beli tiket jauh hari sebelumnya melalui website BK di www.burjkhalifa.ae, agar dapat harga lebih murah dan bisa memilih waktu naik yang diinginkan. Harga tiket melalui website adalah 100AED, sementara bila membeli langsung di konter 400AED. Anak – anak 0-3 tahun : gratis, 4 – 12 tahun 75 AED (400 AED untuk tiket konter).

Setelah menitipkan stroller, tiket diperiksa dan kita mulai mengantri untuk melewati gerbang metal detector. Antrian cukup panjang, tapi berjalan cepat kok. Selanjutnya, saya, suami dan anak – anak digiring pose didepan layar hijau untuk difoto, kami diberi tiket untuk pengambilan foto nanti setelah turun dari BK.

Berjalan kembali kurang lebih 5 menit, kami mengantri lagi didepan pintu lift yang hanya ada 2 pintu. Satu lift dapat mengangkut hampir 15 orang. Lift berjalan sangat cepat, 18m/detik. Tak terasa sampailah kami di lantai 124. Keluar dari pintu lift, kalimat pertama yang diucapkan suami adalah “begini dowang???”.Hihihihi 😀

Dari lantai 124 di observasi deck, kita bisa memandang kayak apa sih Dubai dilihat dari atas. Yang terlihat adalah kumpulan gedung – gedung tinggi dengan beragam arsitektur yang menarik. Terlihat juga dengan jelas, kolam tempat dancing fountain dengan desain yang unik, seperti sungai mini. Hamparan padang pasir? gak terlihat tuh, karena selain kita ditengah pusat kota, sebagian besar hamparan pasir sudah berganti dengan pemukiman dan mall – mall. Kita juga dapat melihat pantai Jumeirah di kejauhan. Mungkin kalau saya membeli voucher untuk dapat menggunakan teleskop bisa terlihat lebih detil sekeliling Dubai dari ATT. Observasi deck sendiri berupa balkon tinggi dengan pengaman kaca yang juga tinggi, kita bisa memilih melihat dari luar atau dalam, bagian luar nya tidak beratap jadi terasa panas. Pastikan untuk memilih jam dimana matahari masih bersinar agar dapat melihat dubai dari atas BK, kecuali punya kamera yang bagus dan bisa menangkap cahaya kota dimalam hari.

Puas berfoto dan melihat pemandangan dari atas, kami memutuskan untuk turun. Untuk turun pun kami harus mengantri kembali, setelah keluar dari lift, disepanjang jalan menuju pintu keluar dipajang rancang bangun BK sebelum dibangun, ada juga foto para insinyur, arstitek dan pekerja bangunan yang berkontribusi dalam pembangunan BK. Disediakan juga monitor layar sentuh yang berisi video testimoni dari para arsitek dan insinyur tersebut.

Di pintu keluar, kami menunjukkan tiket foto untuk melihat hasil foto kami. Harganya sangat fantastis!. Untuk satu lembar foto ukuran A5 dalam frame kulit hitam dan satu buah CD dibandrol 275AED. Jika tanpa CD 175 AED. Suami yang berprinsip, kapan lagi bisa punya foto di BK, mengijinkan untuk membeli. Yah, lumayan buat kenang – kenangan 🙂

Kesimpulan saya, bila ada dana ekstra baik sebagai turis atau residen, bolehlah naik ke ATT ini. Sebagai orang awam, tentulah saya mengaggumi betapa canggihnya BK ini dibuat, melibatkan 7500 pekerja yang menjadikan BK gedung tertinggi didunia untuk saat ini. Mewahnya bangunan, interior dan marketing yang canggih benar – benar mampu menjadikan BK sebagai tujuan wisata yang hampir tidak mungkin terlewati setiap turis yang datang ke Dubai. Sebagai catatan, Dubai mall sebagai pintu masuk ATT hampir tidak pernah sepi. Setiap hari siang dan malam turis dari seluruh belahan dunia datang berkunjung. Ramainya melebihi turis asing di malioboro – Jogja. Semoga tulisan ini bisa menjadi sedikit inspirasi untuk lebih memajukan industri pariwisata Indonesia yang juga memiliki potensi hebat.

 

 

Leave a Reply