Desert Safari – Roller Coaster di Gurun Pasir

Berkunjung ke Dubai belum sempurna kalau belum nyobain Desert Safari. Tadinya saya pikir desert safari tuh “cuma” jalan – jalan doang gitu di gurun pasir. Yaaaaah, ngapain bayar mahal kalau cuma liat gurun pasir aja, di sekeliling Dubai emang gurun pasir bukan….Ternyata salah!

Setelah setahun tinggal di Dubai, saya baru berkesempatan nyobain “Desert Safari”, itupun karena kedatangan mama papa yang heboh gak mau kalah sama ussy – andika katanya. Alamaaaaak!!! Baiklah, setelah merayu suami, akhirnya saya datangi salah satu biro perjalanan di Dubai. Saya pilih Dnata, karena satu perusahaan dengan emirates airlines. Dengan nama besarnya mudah – mudahan tidak mengecewakan, demikian harapan kami.

Biaya desert safari perorangnya dikenakan  295AED, tapi karena saya bilang bawa anak kecil, disarankan untuk sewa satu mobil saja dengan ongkos 1352AED. Karena, anak kecil pun dihitung satu orang. Setiap peserta wajib dapat satu kursi dan satu seat belt, agar aman selama desert safari.

Safari dimulai dengan jam 15.00 kita dijemput di apartemen kita, kemudian dibawa menuju daerah gurun. Sebelum real safari dimulai, kita berhenti di mini market yang jual souvenir2. Disana udah banyak banget rombongan lain yang kumpul, pipis – pipis dulu, beli snack, souvenir, kebanyakan sih para pria termasuk suami beli sorban dan langsung dipake. Biar lebih berasa gitu jadi orang arabnya :)

Sepuluh menit kemudian, mobil jalan kembali, dan berhenti di peternakan unta. Yang mau foto – foto sama unta atau background gurun, dikasih waktu 10 menit. Yang seru adalah kita bisa ngeliat dan moto asyik mobil – mobil tour lain yang lagi beraksi di gurun pasir. Keren deh. Selesai foto – foto, jreng – jreng, siap – siap yaaa, semua seat belt dipake! Dan si sopir pun mulai beraksi, naik turun meliuk liuk jungkir miring kanan kiri, anak – anak teriak – teriak kegirangan, sementara saya nahan napas, antara mual dan takut, hahaha norak. Padahal itu udah dikurangin speed dan liukannya karena bawa balita. Oh my God, gimana kecepatan sebenarnya yah…

Di tengah gurun, mobil berhenti kembali, dan kita dikasih kesempatan untuk liat sunset. Karena cuaca lagi rada mendung, mataharinya jadi gak gitu keliatan. Jadinya kita foto – foto lagi aja. Kemudian kita jalan lagi, tapi udah gak meliuk – liuk. Melipir ke jalan raya, gak jauh, belok lagi ke gurun, akhirnya nyampe juga ke tenda perjamuan. Di depan tenda udah disambut sama 2 unta yang gede banget. Bagusnya pake Dnata, tendanya itu eksklusif punya Dnata, jadi bukan gabungan dari tour – tour kecil. Turun dari mobil, karena rombongan lain udah ngerubungin unta, kami memutuskan untuk masuk ke kumpulan tenda aja. Disambut dua pria arab, yang menawarkan cuci tangan pakai air mawar, kemudian kita dikasih kopi arab dan korma.

Kita bisa pilih, tenda mana buat kita istirahat. Kira – kira ada 10 tenda, yang masing – masing isinya sesuai fasilitas, seperti : tenda khusus buat shisa, tenda buat bikin henna, tenda makanan, tenda minuman, tenda baju tradisional arab (buat foto-foto), dan tenda buat istirahat/makan. Surprisingly, toiletnya bagus walau ditengah gurun pasir gitu. Yang mau digambarin henna boleh, yang mau nyisha boleh, yang mau perosotan di pasir juga bebas aja. Kira – kira jam 19.00, tenda makanan baru dibuka, makanan yang disediakan ada nasi biryani, ayam bakar, kambing bakar dan juga sate sapi, ada humus, kari, dan salad arab. Semua boleh diambil sekenyangnya.

Selesai makan, jam 20.00 peserta tour dikumpulkan di tengah area, ada panggung buat lesehan dan nonton belly dance. Alunan lagu padang pasir pun mulai terdengar kencang, dan si penari masuk ke tengah panggung. Sementara sang penari meliukan pinggul dan perutnya, semua laki – laki pun mulai gak berhenti jeprat – jepret. Setelah tari perut, si penari menari dengan pedang yang disisipkan di dada, pinggul juga kepala sambil badannya terus bergerak, yang terakhir menggunakan tongkat yang diputar putar layaknya seorang mayoret. Gak nyangka dari lenggak lenggok bisa sigap gitu mainin tongkat :)

Sekitar jam 20.30, acara pun selesai, dan kita kembali ke mobil untuk diantar pulang. Tapi kali ini, tidak lewat gurun pasir lagi. Dan ternyata kita keluar di daerah al aweer, kira – kira sejam lah dari Dubai kota. Akhir kata, emang gak nyesel deh ikutan desert safari. Biar mual – mual dikit, tapi seneng bisa ngerasain suasana tradisional arab yang emang jarang kita temuin.Satu lagi, saya salut deh, ternyata gurun pasir “kayak gitu” aja bisa jadi ladang turis untuk berwisata. Yuk ah, yang belum nyobain desert safari, harus coba!

About widhis

Any question? Langsung aja email ke widhi.s@gmail.com
This entry was posted in Dubai Life, What's Different in Dubai and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Desert Safari – Roller Coaster di Gurun Pasir

  1. Michelle says:

    Mbak Widhis, saya mau tanya kalau ngurus visa Dubai via travel agent itu apa juga harus punya sponsor? Saya tidak punya teman di Dubai tapi saya akan ke sana pas libur lebaran utk wisata. Please help. Thanks

    • widhis says:

      Hai,
      Kalau mau pake travel agent gak perlu sponsor. Bisa bayar uang jaminan atau dari hotel yang akan dipakai untuk tinggal selama di Dubai. Jadi istilahnya hotel yang akan mensponsori kedatangangan mbak.

      Salam.

  2. zuhaida risyad says:

    Asswrwb Ananda whidis, saya rencana mau mengunjungi anak akhir desember 2012 ini ke Dubai, rencana menggunakan yemenia airline (krn lebih murah dari yg lain), mohon info ya, cara mengurus visa bila tidak menggunakan airline emirates. Saya ingin urus secara pribadi. Di dubai tinggal di apartemen anak (tidak di hotel). Saya tunggu infonya, terimakasih, Salam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>