Beli Membeli Oleh – Oleh & Souvenir

Dalam urusan oleh – oleh sudah menjadi tradisi kita orang Indonesia untuk menitip atau memberi oleh – oleh dari manapun kita bepergian, ke luar kota atau luar negeri apalagi,  pasti kita akan mendengar kalimat “jangan lupa oleh – olehnya ya….”.

Saya termasuk orang yang senang kalau diberi oleh – oleh (siapa yang gak suka kan..) dan juga termasuk suka memberi oleh – oleh. Bukan bermaksud pamer atau belagu, tapi seneng aja ngeliat ekspresi seneng orang lain saat mendapat oleh –oleh dari saya.

Waktu ke Makasar, saya beli sarung buat papah saya, beli pajangan buat si mamah, beli makanan khas untuk keluarga yang lain.Pokoknya saya pasti beli oleh – oleh minimal buat keluarga inti saya. Naah selain keluarga inti, biasanya saya juga suka kasih oleh – oleh buat pakde bude,sepupu dan sahabat – sahabat saya. Kebayang kan isi koper saya dengan oleh – oleh untuk mereka semua 🙂

Biasanya dalam bepergian, saya pasti bawa tas ekstra khusus buat oleh – oleh. Sejujurnya saya lebih suka memberi oleh – oleh tanpa diwajibkan untuk membeli sesuatu yang buat saya harus khusus mencarinya. Iya kalau gampang, kalau susah, duh jadi takut ngecewain. Selain oleh – oleh untuk orang lain, saya juga suka membeli souvenir untuk diri sendiri (yes, gue norak :p).

Setiap mengunjungi satu daerah atau Negara lain, pasti saya beli souvenir. Koleksi souvenir saya masih terbatas banget, secara saya juga jarang dapat kesempatan untuk traveling sendiri. Kecuali urusan kantor atau diajak suami. Beruntungnya suami saya, dapat kerjaan yang membuat dia dapat kesempatan untuk mengunjungi berbagai daerah di Indonesia serta luar negeri. Tapi…….sayangnya dia bukan termasuk orang yang suka belanja printilan macam souvenir.Jadi kalau mau nitip souvenir sama dia, harus browsing dulu model yang saya pengen, dicopy paste dan diprint!. Itupun dengan catatan kalau dia nggak lupa. Kalau saya males browsing, jangan harap dibeliin atau kalaupun dibeliin ya suka – suka dia model dan warnanya. *Gerrrregetan  gak sihhh*

Pernah nih, waktu dia ke US dia pulang bawa oleh- oleh sekoper (Yes!), beli sepatu kulit buat saya (tapi kekecilan 🙁 ), beli baju buat Darren, waktu itu hampir setahun, tapi dia beli ukuran 6 – 9 bulan (iyah, gak muat juga), beli ikan kaleng khas Alaska (yaw, aneh kan???), walau juga beli coklat.Jadi next time, hehehe jangan nitip macem – macem sama dia, selain (mungkin) menyusahkan nanti hasilnya juga aneh, hihihi 😀

Saya nggak tahu juga sih, apakah saya termasuk orang yang pintar memilih oleh – oleh. Apakah juga oleh – oleh  yang saya kasih juga memuaskan atau mengecewakan orang yang sudah menerimanya. Namanya juga oleh – oleh ya, jadi ya seikhlasnya orang yang ngasih, lain cerita kalau nitip yang ada unsur pengharapannya. Saya punya temen yang pacarnya asli pinter banget dalam beli oleh – oleh, dari makasar dia dapet satu set perhiasan emas makasar, dari Surabaya pacarnya beli satu kerdus aneka kripik dan krupuk Toko Tanjung, pokoknya kemanapun pacarnya pergi saya pasti kebagian oleh – olehnya yang extra ordinary 🙂

Seiring bertambahnya usia (tua) dan berdasar pengalaman pribadi saya, minat saya terhadap souvenir dan oleh – oleh sedikit demi sedikit mulai berkurang. Pertama, karena udah mulai”biasa” aja kali….., Kedua saya mulai repot kalau bawa banyak oleh – oleh dengan bawaan dua anak, jadi saya berpikir kasian juga kalau orang lain yang ada dalam posisi saya.Tapi tenang…..saya pasti akan bawa oleh – oleh kok kalau saya pulang ke Indonesia, minimal coklat ya…. Smile…. 🙂

3 thoughts on “Beli Membeli Oleh – Oleh & Souvenir

  1. Mau jg dong wid, oleh2 dr dubai xixixi klo ron mlh kebalikan suami lo wid, klo dia tugas keluar hrs gw pesenin “jgn beli macam2!” Hahaha – krn dia suka bgt beli souvenir printilan yg kecil2 gitu, sampe bingung taronya dmn 😀

    • Hahaha oleh2, tukeran yak sama suvenir ostrali, hihihi teteup :). Hoooo Ron begitu ya ri? Emang Allah maha adil ya, manusia dipasangkan yg berbeda agar melengkapi satu sama lain 🙂

Leave a Reply