Back to Indonesia

Masih ngerasa punya utang berbagi tips hunting apartment, tapi keburu sibuk urus sekolah anak dan mendadak dikasih rejeki besar dari Allah SW menjelang kepulangan saya ke Indonesia.

Setelah rundingan dan pikir dalam – dalam, saya dan suami memutuskan untuk menyekolahkan anak di sekolah islam di Indonesia. Loh kok? Bukannya udah dapet sekolah di Dubai dengan susah payah,bukannya sekolah Dubai bagus, bukannya udah bayar booking fee, dan banyak pertanyaan lain dari teman – teman dekat dan saudara. Iya, sekolah di Dubai bagus, anak jadi lancar dan fasih berbahasa inggris. Iya saya sudah susah payah hunting skolah terbaik untuk Darren & Ziggy, udah dapat dan sudah bayar booking fee. Tapi dengan alasan kami ingin anak – anak mulai belajar mengenal Islam sedari dini, saya memutuskan pulang ke Indonesia. Di Dubai setahu saya tidak ada sekolah yang mengajarkan agama Islam secara khusus, sekolah di sekolah lokal, khusus untuk orang yang bisa berbahasa arab.

Singkat cerita, saya memutuskan untuk menyekolahkan DarZig di Nurul Fikri, karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dan banyak juga yang merekomendasikan kualitas sekolah ini.

So far, anak – anak sudah dua minggu sekolah. Khusus ramadhan, jam sekolah mulai dari 07.15 – 10.00, kalau normalnya sih sampe jam 11.30 WIB. Anak – anak sudah mulai belajar berdoa, Darren juga mulai mengenal sholat dan puasa. Alhamdulillah, melihat progress anak – anak dan melihat mereka yang senang dengan sekolahnya. Cerita yang lucu adalah saat tiba – tiba dirumah Darren nggak sengaja curhat kalau dia “can’t talk with his teacher”, ya karena Darren yang masih memakai bahasa campur, gurunya belum begitu paham dengan cara Darren berkomunikasi. Tapi saya kasih semangat, gapapa Darren, just speak up, iam sure bu Fath will understand, just speak slowly….

Ke depannya saya dan suami berharap anak – anak bisa tumbuh menjadi anak yang soleh dan berbudi pekerti baik dengan dukungan lingkungan belajar yang islami dan menyenangkan buat mereka belajar “hidup” 🙂