HERITAGE VILLAGE & DUBAI MUSEUM

Sejak dulu saya senang sekali mengamati hal – hal yang berbau tradisional. Saya menghargai perubahan dan perbedaan tradisi budaya setiap tempat yang saya kunjungi. Sangat menarik dan tidak membosankan.

Dubai dan Negara bagian UAE lainnya termasuk Negara yang menghargai tradisi dan budaya nenek moyangnya. Banyak situs bersejarah dan museum yang dibangun dengan modern dan nyaman.  Setiap hari turis mancanegara datang silih berganti mengagumi diorama kehidupan masyarakat  UAE jaman dahulu.

  1. HERITAGE VILLAGE

Terletak di daerah Bur Dubai, adalah “perkampungan” yang dibangun umtuk menggambarkan kehidupan masyarakat tradisional. Dibangun rumah – rumah yang terbuat dari pohon palem. Didalamnya juga terdapat perabotan dan perkakas tradisional yang juga mungkin masih digunakan dibeberapa daerah UAE.

Ada juga hewan – hewan yang biasa mereka pelihara seperti ayam, kambing, unta dan kuda lengkap dengan kandangnya. Untuk mengurangi suhu yang panas, orang – orang dengan baju tradisional akan “dipajang” disore hari. Mereka akan “melakukan kegiatan” seperti layaknya orang arab, seperti minum kopi dengan para teman/tetangga, para ibu memasak jajanan tradisonal di dapur terbuka. Kita boleh beli juga loh, Rasanya kayak kue bola – bola yang diguyur gula merah. Manis banget!

Dipajang juga kapal yang biasa mereka pakai untuk menangkap ikan di laut. Selain menangkap ikan, kegiatan maritim mereka yang terkenal adalah menyelam untuk mengumpulkan mutiara. Kostum yang digunakan bukan bodysuit yang modern tapi dari bahan rayon/katun yang kuat sekedar untuk melindungi dari sengatan hewan bawah laut.

Berada di Heritage Village sungguh tidak membosankan, kita seperti diajak berpetualang ke masa lampau. Mengamati satu demi satu kehidupan tradisional yang unik.  Saya sudah lebih dari dua kali kesini, dan masih ingin kesini lagi…

2. DUBAI MUSEUM

Parkir yang amat sangat susah membuat saya baru akhir ini berkesempatan mengunjungi Dubai Museum. Berapa kali mencoba peruntungan, muter – muter lebih dari setengah jam saya gagal terus datang kesini. Jadi waktu akhirnya nemu parker di Bastakiya. Saya senang banget!

Walau sudah berangkat pagi,  area museum yang buka mulai dari jam 08.30 pagi ini sudah ramai banget. Saya akhirnya nemu parkir di Bastakiya, tempat dimana Sheikh Muhammad Centre for Cultural Understanding berada.  Kebanyakan fotografer senang banget dengan Bastakiya. Lokasinya yang sepi dan banyak bangunan tradisonal yang terpelihara dengan bersih, menjadikan lokasi ini unik dan menarik. Setelah berkeliling melihat – lihat museum koin, museum philately. Saya menuju Dubai Museum.

 

 

Dubai Museum

Menempuh waktu 5 menit dengan berjalan kaki, akhirnya sampai juga disini. Dewasa bayar 4 AED , anak – anak 3 AED.

Melangkah masuk kedalam, terhampar halaman pasir yang tidak terlalu luas. Di tengah terdapat rumah tradisional, dengan perahu yang “parkir”disampingnya. Di sisi kiri bangunan terdapat pavilion yang menggambarkan pengrajin besi dan TV besar yang menayangkan tarian tongkat.

Yang membuat saya tercengang ternyata museum yang sebenernya ada dibawah tanah! Jadi, saya dan Ziggy menuruni lantai kebawah dimana penerangan mulai remang – remang. Duh keren deh. Ruangan demi ruangan berisi diorama masyarakat tradisonal. Mulai dari berjualan di pasar, pandai

Pandai Besi

besi, tukang bumbu dapur, sampai anak – anak yang mengaji.

Kamar Tidur

Ruangan selanjutnya adalah kehidupan pinggir laut, dipajang kostum menyelam mereka yang seperti karung. Juga cara mereka mengambil mutiara didasar laut. Ada juga orang – orangan yang bekerja sama membangun kapal. Yang bikin betah, selain dioarama yang menarik adalah ruangan yang ber-AC. Jadi pengen lama – lama kalo nggak inget cuma bayar parkir untuk dua jam 🙂

Di dua tempat tersebut juga tersedia toko souvenir. Tapi lebih murah di Heritage Village. Kalau yang di Dubai Museum, memang kualitasnya lebih bagus, jadi harga juga sedikit mahal dan tidak bisa ditawar.

Berkunjung ke Dubai, belum sempurna deh kalau belum ke dua tempat ini 🙂

Dubai Museum

Dubai Museum

Emirati’s House

Dari dulu penasaran dan pengeeeen banget bisa masuk dan liat kayak apa sih dalemnya rumah orang Dubai. Ngeliat villanya yang luas kayak istana dan beberapa ada yang dijaga dengan ketat, membuat saya ngebayangin mewah banget kali ya dalemnya. Biarin aja dibilang norak, hehe karena pasti beda dong sama rumah orang Indonesia.

diambil dari uaecommunity.blogspot.com

Rumah orang lokal sini atau biasa disebut Emirati lebih pantas disebut istana. Luas dan gedenya se-alaihim bila dibandingkan dengan ukuran rumah orang Indonesia. Oh iya rumah disini disebut villa. Yang punya atau tinggal di villa sudah dipastikan tajir deh karena harganya yang muahal.

Villa yang ditempati expat dengan villa Emirati berbeda jauh luasnya. Bila villa standar minimal 2 kamar tidur, villa emirati standarnya 5 kamar tidur belum termasuk kamar pembantu dan penjaga rumah. Satu kamar sendiri luasnya bisa satu lantai apartment studio.  Itu baru ngomongin villa ya, belum mobilnya yang juga rata – rata kalau saya intip minimal juga ada 5 mobil yang pasti mobil mewah semua.

Sampailah hari Jumat kemarin Darren dapat undangan syukuran kelulusan temennya yang emirati. Duh, belum apa – apa saya udah girang dan excited banget. Walau deg – degan juga sih jangan – jangan isinya orang emirati semua dan sombong – sombong.

Setelah membeli cake sebagai buah tangan, meluncurlah kami sekeluarga ke rumah si M. Waaaah, saya langsung melongo melihat pintu pagarnya yang terbuka, keliatan halamannya yang luas dan bangunan villa yang megah. Tembok – tembok dihiasi balon – balon perayaan. Ternyata adik si M sedang merayakan ulang tahun juga.

Tanaman dihalaman luar pagarnya pun ditata indah banget dengan hiasan lampu – lampu dan juga kursi kayu minimalis. Melangkah masuk ke dalam, terlihat kolam renang dengan desain yang unik dengan air mancur disekelilingnya. Beda deh dengan yang selama ini saya liat di Indonesia 🙂

Ternyata pestanya diadain di basement, dengan diantar si mas – mas kami masuk ke dalam rumah. Iya seperti yang saya bayangkan, dalamnya luas banget. Tapi entah diumpetin atau emang minimalis, didalem rumahnya nggak gitu banyak perabotan atau hiasan printilan layaknya orang yang suka koleksi sesuatu. Kami pun turun kebawah, dan disambut si nenek yang emang biasa nganterin M kesekolah. Si nenek ini, gak seperti emirati lain yang sombong dan judes, dia baik banget, meluk dan ngesun saya dengan hangat.

Sayangnya kami terlambat, jadi kami ketinggalan lihat magic show yang baru saja selesai. Didalam basement yang luas itu, sudah ditata meja – meja penuh dengan cemilan kue – kue arab, kotak McD dan minuman – minuman. Anak – anak segera berlarian gak sabar ngeliat suasana basement yang seperti taman bermain mini. Mobil – mobilan yang bisa dinaikin bertebaran, ada mini trampoline, ada juga apa sih namanya mainan anak – anak yang bergerak kalo dimasukin koin tuh. Pokoknya anak – anak dijamin betah dan gak bakal mau pulang deh 🙂

Suami yang baru beli kamera, langsung melancarkan aksinya jeprat sana sini. Tampaknya dia pun tercengang melihat “kayak gini toh rumah emirati….”. Bosan bermain didalam, anak –anak digiring keluar, dan main ke taman diatas, dimana ada jump jump favorit

Jump jump

semua anak kalo di mall atau taman bermain. Seperti yang saya sebutkan sebelumya, halamannya luas dengan 2 bangunan tambahan khas emirati dan satu lagi saya nggak tau apa karena nggak masuk. Yang jelas disamping kolam renang ada kamar bilas yang saya lirik juga terlihat mewah. Gazebo ditaman dihias lampu – lampu sehingga menambah semarak malam itu.

Taman Hijau

Akhirnya penasaran saya terjawab sudah, malam itu saya senaaaang banget. Bisa kesampaian lihat villa emirati juga bertemu teman – teman yang ramah – ramah. Oh iya, villa diatas bukan rumah si M ya, malu kalau ketauan dipajang di blog. Ketauan noraknya dan takut yang punya gak berkenan 🙂