Persyaratan Daftar Sekolah di Dubai

Persiapkan fotokopi dokumen berikut dibawah minimal 10 lembar masing – masing. Karena tidak mungkin kita menggantungkan nasib hanya pada satu sekolah πŸ™‚

  1. Fotokopi Akte Lahir anak yang sudah diterjemahkan dan dilegalisir
  2. Fotokopi Paspor dan Residence Visa anak
  3. Fotokopi Paspor dan Residence Visa Sponsor (ayah/ibu)
  4. Bukti vaksinasi dan imunisasi yang sudah dilakukan untuk si anak (kalau saya, saya buat kolom di excell yang berisi tanggal dan jenis vaksin diterjemahkan sendiri, tanda tangan dan sebutkan bahwa data tersebut adalah benar)
  5. Pasfoto berwarna anak ukuran paspor (biasanya persekolah diminta 2 lembar)
  6. Formulir yang sudah diisi dari masing – masing sekolah yang dituju (bisa didapat online atau minta langsung ke sekolah)
  7. Beberapa sekolah ada yang mensyaratkan biaya pendaftaran 500AED

Untuk yang transfer sekolah, saya kurang paham masalah dokumen yang perlu diterjemahkan apakah raport terakhir atau apalagi. Bisa ditanyakan ke forum Indodubai yang anggotanya lebih senior dari saya.

Bila dokumen tersebut sudah siap, masukkan ke clear folder dilabeli masing – masing sekolah yang dituju serta nama anak anda. Itu sih pengalaman saya aja ya, biar mudah dan kita nggak ketuker – tuker saat masukkin aplikasi. Karena kita bakal stress bin gugup ngeliat saingan pendaftar lain juga biaya sekolahnya, hihihi.

Ada sekolah yang pendaftaran dimulai dari Oktober tahun sebelumnya (mis : Jumeirah Primary School, Safa Private School dan Horizon School), sementara Chouifeat School buka pendaftaran awal maret. Perlu diketahui, semua sekolah disini lebih mendahulukan bila ada si kakak yang sudah sekolah duluan di sekolah itu. Jadi pendaftar baru, masuk prioritas selanjutnya.

Setelah dokumen dan formulir diterima masing – masing sekolah, kita tinggal tunggu email dari mereka untuk menentukan tanggal tes. Sebelum mengikuti test, biasanya kita akan disuruh mengisi asessment form yang berisi informasi kemampuan dan kondisi anak. Apakah mereka sudah mandiri ke toilet, apakah mereka mudah bergaul, apakah mereka tau bahkan hapal alphabet, juga apakah ada alergi atau kondisi kesehatan yang perlu perhatian khusus.

Tips saya untuk menghadapi test : jika anak anda belum mandiri ke toilet, jawab saja di formulir sudah mandiri. Toh, masuk sekolahnya masih tahun depan, masih ada waktu untuk anda melatih anak lepas dari diapers dan bisa mandiri. Mereka akan langsung menolak atau masuk prioritas akhir kalau anda jawab jujur anak anda belum toilet mandiri. Kalau di Indonesia anak belum pernah ikut playgroup dan sejenisnya, mulai ajari mereka berbagai macam shape, colour, numbers, alphabet, animal, semua in english. Karena saat assessment, walau anak belum bisa berkomunikasi lengkap in english,kalau mereka tau basic yang saya sebutkan diatas, tentu anak akan lebih mudah diterima dibanding anak yang tidak tau apa – apa. Ingat, persaingan ketat! πŸ™‚

Setelah tanggal test ditentukan, siapkan anak dalam kondisi sehat dan tidak mengantuk. Karena biasanya assessment siang hari, saat murid sekolah sudah pulang. Sementara jam siang, waktunya anak – anak tidur dan mudah rewel. Tapi juga jangan tegang dan buat anak takut, santai saja biar mereka senang liat calon sekolahnya. Dengan begitu mereka akan excited dan nggak takut sama guru yang akan meng-assess mereka.

Setelah kita mendaftar ulang jadwal assessment kita, anak akan dikumpulkan di ruangan kelas. Kita boleh ikut masuk kok mendampingi mereka. Didalam kelas, mereka akan disuruh pilih mainan yang mereka suka, baik puzzle, mewarnai, leggo juga play-doh. Nah, sambil main, biasanya anak akan diajak “ngobrol”, what colour is that?, what shape is this?, can you sing a song?, dst. Jangan stress atau sedih kalau anak diam, takut atau nggak semangat. Terus dampingi mereka, sampai merasa nyaman. Bila sekolah yang baik, pasti akan sabar dan maklum dengan sifat anak yang berbeda – beda. Karena ada juga assessor yang kurang sabar dan bermuka judes, alhamdulillah kita tidak diterima disitu. Kasian anak – anak kalau lingkungan sekolahnya kurang menyenangkan. Pula kita akan bayar mahal untuk pendidikan terbaik anak kita.

Oke, semoga jelas persiapan dan persyaratan masuk sekolah di Dubai, selanjutnya tinggal berdoa semoga mendapat sekolah yang cocok dan terbaik untuk anak – anak kita. Semoga beruntung!

Jumeirah International Nursery

Melanjutkan postingan sebelumnya, saya akan berbagi pengalaman mengenai daftar sekolah di Dubai, lebih spesifiknya untuk level Nursery, karena Darren masih 3 tahun waktu mulai saya masukkan sekolah disini.

Sebelumnya saya tidak menyangka sama sekali kalau daftar sekolah disini harus minimal setahun sebelumnya atau kalau bisa dari anak lahir udah daftar sekolah, terutama kalau ingin masuk sekolah yang masuk kategori favorit. Serius, daftar tunggu nya panjang banget dan kalau udah masuk daftar tunggu kemungkinannya kecil dan akan lebih baik kalau cari sekolah lain saja.

Saya yang merasa santai karena Darren masih 3 tahun, merasa jengah juga kalau ketemu orang terus ditanya “sekolah dimana?, kok nggak disekolahin anaknya?” Huuuuh, bawel banget ya ngurusin hidup orang. Jadi mulai dari situ, saya dan suami mulai hunting sekolah. Karena Darren masih 3 tahun, berarti yang kita cari adalah kelas FS 1 (Foundation Stage) atau KG 1 (Kindergarten). Untuk masuk ke sekolah besar yang lengkap level kelasnya dari FS/KG sampai high school jelas susah bahkan nggak mungkin bisa, karena kita belum daftar dari tahun sebelumnya. Maka kita cari nursery yang punya level FS/KG. Nursery yang ada kebanyakan untuk usia 6 bulan – 4 tahun saja. Solusinya adalah masuk nursery dulu, tapi juga daftar di sekolah besar untuk FS2 dan selanjutnya. Masuk sekolah nursery Β akan lebih mudah di sekolah yang murni berakhiran “nursery” (mis : Cocoon Nursery, dst) dibanding masuk sekolah yang berakhiran “school” (mis : Jumeirah Private School, dst)

Karena waktu itu kita masih tinggal di Jumeirah Beach Residence, pilihan kita adalah nursery di area Jumeirah. Setelah browsing dari Expatwoman.com, dubaifaqs.com dan beberapa blogs, kita survey langsung liat – liat sekolah, fasilitas dan lingkungannya. Pilihan kita jatuh ke Jumeirah International Nursery. Biayanya sekitar 30.000AED/tahun, dibagi 3 term. Tidak termasuk antar jemput, seragam dan biaya field trip.

JIN (jinspire.com) adalah sekolah berbasis British National Curriculum. Maafkan saya yang tidak mengerti masalah kurikulum, yang saya liat sekolahnya bagus, lingkungannya menyenangkan, guru – gurunya juga friendly dan sabar. Guru – guru di JIN berasal dari Inggris, Australi, Arab juga South Africa. Muridnya campuran Inggris, Amerika, Emirat, India. Saya hanya liat 2 orang wajah korea dan Darren satu – satunya orang Indonesia di JIN. Sekolah dimulai dari jam 08.00 – 12.30, dan orangtua dilarang untuk nungguin anaknya. Anak cukup diantar dan dijemput kembali saat jam sekolah usai.

Sampai detik ini, saya merasa puas menyekolahkan Darren di JIN. Dia senang sekali sekolah dan selalu semangat setiap hari. Bahkan saat libur pun ia minta sekolah. Kegiatannya juga variatif, 2 bulan sekali ada kunjungan keluar. Seperti bikin pizza di Pizza Express, Kunjungan ke mall dan menyaksikan puppet show. Tiap term memiliki tema berbeda, dan orangtua pun turut dilibatkan dalam proses belajar anak. Darren yang sebelumnya perbendaharaan bahasa inggrisnya masih dasar, juga mengalami peningkatan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.

Untuk tahun ini, saya daftar di beberapa sekolah dari tahun kemarin. Silakan telp atau baiknya datang langsung ke sekolah yang dituju untuk tahu kapan pendaftaran mulai dibuka. Tiap sekolah memiliki jadwal pendaftaran yang berbeda. Saya sendiri daftar di Jumeirah Primary School, The International School of Chouifeat, Horizon School dan Safa Private School. JPS dan Horizon mensyaratkan 500AED dimuka untuk pendaftaran (gak relaaaaa πŸ™ ) sementara Choifeat gratis daftar, dan Safa 500AED untuk placement test.

Alhamdulillah Darren dan Ziggy sudah diterima di Safa Private School, semoga mereka juga betah dan senang sekolah di SPS. Tentang syarat dan tips daftar sekolah di Dubai, akan saya share di posting selanjutnya πŸ™‚