SIM 10 Juta

Jalan Raya di Dubai

Punya SIM di Dubai itu butuh nggak butuh. Nggak butuh kalau cuma tinggal sendiri yang kemana – mana sanggup naik transportasi umum. Kalau udah berkeluarga, punya anak, dan si anak udah sekolah, mau nggak mau membuat saya “terpaksa” bikin SIM. Apalagi suami harus bolak balik Abu Dhabi, dan Darren yang masih 4 tahun belum boleh ikut bis sekolah. Kalau mau ikut bis sekolah, harus bayar 1 nanny yang bakal jagain dia.

Baiklah, mari kita mulai cerita pembuatan SIM di Dubai. Jadi untuk bisa mendapatkan SIM di Dubai/UAE, kita sebagai orang Indonesia WAJIB ikut kursus menyetir dahulu. Karena mobil disini pake setir kiri, jadi supaya terbiasa dengan setir kiri, jalanan Dubai dan peraturan lalu lintas disini, sekali lagi kita WAJIB ikut kursus menyetir.

Seriusan bikin SIM disini mahal banget???? Serius!!! Jadi kursus mengemudi disini beda banget dengan di Indonesia. Disini resmi dan serius banget. Mau kursus pun, kita harus nunggu surat izin kursus dulu dari RTA (Roads & Transport Authority). Di setiap tempat kursus, ada kantor RTA. Daftar kursus aja , dokumennya segepok. Dan rumor mengatakan kalau bikin SIM disini itu susaaaaah banget. Gak percaya? silakan google atau browsing sendiri. Bahkan di forum Expat Woman juga banyak yang bilang susah dan harus mengulang berkali – kali.

Disini ada beberapa tempat Kursus Mengemudi (KM), diantaranya ada Emirates Driving Institutes, Al Ahli Driving Inst, Dubai Driving Inst, Belhasa Driving Inst. Nama tersebut sudah saya urut berdasar ketenaran disini. Saya sendiri kursus di Al Ahli, karena sebelumnya suami juga lulusan sana. Untuk kursusnya, ada pilihan regular atau istimewa. Di Al Ahli istimewa istilahnya Mumtaz. Standar kelas regular 4000AED dan Istimewa 6000 AED. Tapi setau saya di EDI lebih mahal lagi.

Saya sendiri ambil kelas Mumtaz, karena pengen ngebut dapat SIM. Syarat ikut KM :1) Fotokopi Paspor, 2) Fotokopi SIM, 3) 2 lembar Pasfoto 4×6. Saat mendaftar tahun pembuatan SIM kita akan dilihat, dan menentukan jumlah kelas yang harus kita ambil. Usia SIM diatas 5 tahun, harus ambil 20 kelas. Usia SIM 2 – 5 tahun ambil 30 kelas. Dibawah 2 tahun, dapat 40 kelas.

Buku Teori

Karena saya dapat 30 kelas, saya dijadwalkan seminggu sudah selesai.Bila kelas sudah selesai, selanjutnya kita harus ikut ujian teori, bila lulus, selanjutnya ujian praktek. Tapi bila mau, boleh ujian teori dulu, ambil kelas, baru ujian praktek. Sebelumnya kita akan diberi buku panduan tentang peraturan lalu lintas dan arti rambu – rambu. Ujian Teori sendiri, kita akan diberi 35 soal. Sebagian logika, sebagian gambar. Jangan khawatir semuanya pilihan ganda walau jawabannya mirip – mirip. Kalau baca buku dengan benar, Insya Allah lulus kok.

Ujian teori diadakan di kantor RTA. Ujiannya pake komputer yah, jadi kita dengerin soal yang dibaca melalui earphone, dan kita pilih jawabannya menggunakan mouse. Hasilnya langsung katahuan saat itu juga. Saat masuk ruang ujian, kita harus masukkan semua tas & HP ke dalam locker. Kalau sudah selesai, tunggu pengawas yang mengizinkan kita keluar. Jangan celingak celinguk, nanti disangka nyontek dan langsung di “failed”. Kalau saya nggak salah, maksimal kesalahan adalah 5 baru kita bisa lulus. Kalau bisa harus lulus, kalau nggak sayang harus bayar ujian lagi.

Kalau ambil kelas Mumtaz di Al Ahli, saya rekomendasikan diajar oleh Mr. Elsayed. Top banget ngajar dan tekniknya. Jadi karena rumor yang bilang dapat SIM susah, saya stress dan tegang banget pertama nyetir. Sampe – sampe instruktur saya bilang, kamu kontrolnya sudah oke, bisa jaga jarak dan hati – hati. Tapi satu yang kurang, kamu cuma lihat kedepaaaan aja, gak berani nengok kanan kiri. Hihihihi 🙂

Mobil Kursus

Tiga hari pertama, saya masih tegang dan berusaha keras ngapalin jalan. Ngapain ngapalin jalan? karena jalanan disini extra lebar, kalau ditengah jalan instruktur suruh putar balik, kita harus ambil paling kiri. Kalau mau lurus, ambil jalur kedua dari kiri. Tiap jalan, punya struktur lajur yang beda. Beda banget sama jalanan depok atau jakarta yang saya sudah khatam, kapan harus ngerem ada polisi tidur atau kapan harus ngambil kanan untuk belok. Disini semua beda. Jadi saran saya, tiga hari pertama apalin struktur jalanan, walau suami bilang kurang kerjaan. Prinsip suami yang penting bisa baca rambu, sedang saya lebih suka ngapalin struktur jalanan. Sampe – sampe dirumah saya gambar di kertas rute kursus yang tiap hari saya ambil.  Saya hapalin dimana bunderan, dimana nggak bisa puter balik, dimana kita bisa parkir, dst dst.

Street Signs - courtessy of Gulfnews

Tiga hari berikutnya, saya sudah lancar dan bisa ngobrol santai sambil nyetir dengan si instruktur. Sampai di hari terakhir, saya ambil urgent assesment, harus bayar extra 150 AED. Karena harusnya assessment pun dijadwal lagi, karena yang mau ujian juga banyak sementara penguji terbatas. Sebelumnya saya sudah diajarkan rute – rute ujian dan apa saja yang biasanya diuji. Alhamdulillah saya lulus. Tapiiiii, banyak juga loh yang nggak lulus di ujian praktek ini, dan akibatnya harus ambil ekstra kelas yang berarti bayar lagi.

Karena saya lulus, saya boleh langsung daftar ujian SIM. Kalau sudah dapat jadwal, nanti RTA akan kirim konfirmasi jadwal melalui SMS. Sehari sebelumnya kita juga akan di SMS kembali untuk mengingatkan tanggal dan jam ujian. Salah satu tips lulus ujian kalau kamu muslim, beri salam pada penguji dan ucapkan bismillah dengan sedikit lantang sebelum mengemudi. Biasanya satu mobil ada tiga peserta ujian, masing – masing dapat waktu 10 menit saja. Saya sendiri entah beruntung entah gimana, saya cuma sendirian diuji. Hadeeeuuuh gemetar dan takut, dzikir dan doa tiada henti saya ucapkan, sampai mulut terasa kering 🙂

Tes dimulai dengan keluar area parkir, menuju jalan raya, muter – muter diarea perindustrian, dan kembali lagi parkir. Sepanjang jalan tangan dingin banget, mulut komat kamit berdoa. Selesai nggak sampai 10 menit, karena gak kena lampu merah. Kemudian saya mengikuti penguji keruangannya, harap – harap cemas akan hasil ujian saya. Alhamdulillah……. saya lulus lagi. Kalau sudah lulus, tinggal dapat SIM nih. Mau jadi 3 hari, bayar 100AED, mau langsung jadi hari itu juga bayar 300AED. Jadi disini jelas, mau biasa atau luar biasa tinggal pilih dan tinggal bayar, gak perlu main belakang kayak dimana yaaaaaa :p

SIM termahal yang saya punya