Rencana Tuhan

Awal Maret lalu seharusnya orangtua saya terbang ke Dubai untuk mengunjungi cucu – cucunya. Saya excited sekali untuk mengajak mereka jalan – jalan disini mumpung cuacanya juga masih bagus, belum masuk musim panas.

Seminggu sebelum keberangkatan, adik saya YM kalau papah kondisinya drop.Beliau sakit jantung dan diabetes.Sudah lebih dari 3 tahun harus mengkonsumsi obat – obatan setiap harinya untuk menjaga stabilitas jantung dan gula darah dalam tubuhnya.Tengah malam, Rima buzz lagi kalau papah sudah tidak sadar.Dalam kepanikan, saya paksa untuk mereka membawa papah segera ke RS.Untung belum terlambat, tindakan segera diambil. Hampir 1 hari papah tidak sadarkan diri, saya tidak bisa tidur sama sekali dan terus menangis.

Akhirnya diputuskan ,saya dan anak – anak yang pulang ke Indonesia. Syukur alhamdulillah, papah senang sekali melihat cucu – cucunya. Dan lebih semangat untuk sembuh, diakhir minggu pertama dokter memberitahu kalau kondisi ginjal papa tidak bagus dan membutuhkan cuci darah. Ya Allah, kenapa lagi ini….Saya dan sepupu segera cari RS yang memiliki fasilitas cuci darah. Malam itu juga kami pindah RS ke RS Harapan Bunda.Bagusnya RSHB tidak langsung menelan mentah – mentah rujukan RSBW untuk mencuci darah papah. Mereka lakukan observasi ulang, dan hasilnya papah belum urgent untuk cuci darah. Diusahakan untuk diobati dulu katanya. Jadi….akibat konsumsi obat – obatan yang cukup banyak dalam jangka waktu panjang ditambah (mungkin) pola makan yang kurang sehat, ginjal rusak -> kerja ginjal untuk mencuci darah secara alami tidak berfungsi dengan baik –> akibatnya racun/kotoran dalam darah kembali masuk kealiran darah dan meracuni diri sendiri. Itu istilah gampangnya yaaa, istilah medisnya google atau tanya dokter deh biar jelas. Yang jelas dalam kondisi seperti itu, tingkat kreatinin dan ureum meningkat drastis, hal tersebut mengindikasikan fungsi ginjal yang menurun.

Segera saya cari informasi sebanyak – banyaknya hal apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh. Jadi pada umumnya, pasien ginjal seperti itu :

  • Kurangi/Tidak boleh makan makanan yang mengandung garam
  • Kurangi minum
  • Kurangi konsumsi buah – buahan
  • Kurangi konsumsi karbohidrat dan protein

Setelah 2 minggu dirawat di RSHB, papah boleh pulang.Sebenarnya kasian banget melihat kondisi papah seperti itu, tapi harus disyukuri Allah masih kasih umur dan kesempatan untuk terus bersama kami, untuk terus memperbanyak amal ibadahnya dan terus memujaNya.Jadi mau tidak mau harus mengikuti apa kata dokter. Selain obat dari dokter, papah juga mengkonsumsi air rebusan daun- daunan berkhasiat seperti :daun johar, daun jambu, daun sirih. Daun johar sendiri sudah terbukti memiliki banyak khasiat dan tanpa efek samping.Untuk lengkapnya, kalau ada yang membutuhkan, via email saja ya. Yang jelas alhamdulillah dengan minum obat dan ramuan tersebut, nilai kreatinin dan ureum papah bisa menurun. Tentunya juga dengan menjaga pola makan ya..

Enam minggu lamanya saya di Jakarta, menemani dan menyemangati papah untuk bisa sehat kembali. Saya tahu kondisi yang dihadapi papah bukan hal yang mudah. Saat ini kita masih muda, masih pengen makan segala macam makanan enak, tapi harus diingat tubuh juga punya keterbatasan. Jadi balik lagi ke prinsip, semua itu tidak boleh berlebihan. Sehat itu mudah juga murah dan sakit itu susah juga mahal.Semua pasti punya cara masing – masing untuk menjaga kesehatan. Hikmah yang bisa saya ambil dari rencana Allah SWT ini, manusia boleh berencana, semua Allah SWT juga yang menentukan. Mungkin kemarin bukan saat yang baik untuk ortu saya berkunjung ke Dubai, mungkin Allah SWT punya rencana yang lebih indah untuk kita.

Saat ini saya hanya bisa berdoa semoga orangtua dan juga mertua saya terus diberi kesehatan dan panjang umur agar bisa terus bersama kami. Menemani langkah – langkah dalam hidup kami, memberikan secercah petunjuk dalam hari – hari kami.Lindungilah mereka ya Allah, sayangilah mereka seperti mereka selalu menyayangi kami tanpa syarat.Amien…..