Mengenal Pakaian Orang UAE (muslim)

“Kok ibu – ibu pake kumis?”Tanya saya pada suami waktu melewati seorang ibu sambil mencari duduk di dalam metro. Kami berdua, sebentar sebentar melirik si ibu untuk meyakinkan bahwa yang kami lihat memang perempuan.Hem, ternyata kami berdua belum mengenal kalau itu namanya Batoola atau batulla, yang fungsinya untuk menutupi sebagian dari wajah wanita dengan tujuan menjaga pandangan baik dari lelaki yang bukan muhrimnya maupun pandangan wanita itu sendiri. Bentuknya memang sedikit aneh, tidak heran kalau saat ini hanya orang tua saja yang masih memakainya, dari informasi yang saya dapat, batoola masih banyak dipakai di Abu Dhabi, Oman, Qatar dan Iran.

Selain Batoola, saya juga penasaran dengan pakaian resmi sehari – hari yang dipakai pria dan wanita di Dubai ini. Dimulai dengan kedatangan saya di airport, saya pikir pakaian gamis putih dan sorban yang dipakai hampir semua petugas airport adalah seragam, ternyata salah. Selain untuk pakaian sehari – hari ternyata pakaian “ngantor” petugas dan pegawai pria disini umumnya begitu, gamis putih panjang dan sorban dikepala, sorbannya bukan yang dililit ya, tapi yang digerai.

Berikut dibawah penjelasan pakaian pria dan wanita yang dipakai di UAE  dan pelengkapnya :

A. PRIA

1. Kandura/Thobe/Dhisdash

adalah pakaian pria berupa gamis panjang semata kaki, umumnya berwarna putih, karena untuk melindungi dari panas yang terik. Walaupun dimusim dingin pun tetap warna putih juga. Alasan masih dipakainya Kandura adalah menghormati tradisi leluhur, menjaga kesahajaan dan menunjukkan sifat islami. Katanya nih, rata – rata pria disini memiliki 50 lembar Kandura. Sekali laundry katanya bisa 20 baju sekaligus, ck ck ck. Oh ya saya belum pernah melihat mereka yang memakai Kandura, memakai alas kaki berupa sepatu, ya karena mereka HANYA memakai sendal kulit. Bahkan saya  lihat di Koran “Gulf News” pun, diacara GCC, pertemuan pemimpin negara Arab, mereka semua memakai Kandura dan sandal! Istilah untuk sandal namanya Na’al.

2. Ghutrah

adalah sorban yang dipakain dikepala terbuat dari kain putih segi empat yang dilipat menjadi segitiga, dan dipakai seperti kerudung pada wanita. Fungsinya untuk melindungi kepala dari panas dan menutupi wajah dari debu.

3. Agal/Egal

adalah tali hitam untuk menjaga sorban agar tidak terbang dan tetap nempel dikepala.

4. Bisht

adalah semacam jaket tipis atau jubah yang dipakai melapisi Kandura. Umumnya berwarna hitam dengan pinggiran pita emas. Biasanya dipakai oleh Penguasa, Pejabat atau untuk acara khusus seperti pernikahan.

B. WANITA

1. Abaya

atau gamis panjang yang masih dipakain baik wanita dewasa maupun para remaja. Umumnya panjangnya lebih dari semata kaki. Tidak heran kalau mereka memakai high heels. Hebat yah, keliling mall di Dubai yang luasnya ampun ampun mereka tetap aja loh kuat pakai high heels. Kembali ke abaya, warna yang dipakai kebalikan dari pria yaitu warna hitam. Berdasar pengamatan saya sehari hari, wanita dewasa memakai abaya seperti gamis biasa, sedangkan untuk remaja atau wanita yang belum menikah, abaya nya berupa jubah hitam panjang yang tipis karena didalamnya mereka tetap memakai pakaian modern yang juga lagi ngetrend, yes! even mereka juga pakai skinny jeans yang super gaya dan Louboutin. Jadi walau judulnya diluar pakai “abaya yang selalu hitam”, didalamnya mereka pakai baju colourful yang lagi trendy.

2. Shela

adalah kerudung, beda ya dengan jilbab, karena cara mereka memakainya hanya dikerudungkan dikepala atau dililit lilit saja. Jilbab disebutnya hijab dan katanya justru dipakai muslim diluar UAE. Tapi memang yang saya lihat, amat jarang wanita yang memakainya untuk menutup rambut dengan rapat, sesekali kita masih bisa melihat sebagian dari rambut mereka. Shela yang dijual di Dubai, umumnya bermerk alias buatan designer ternama seperti Givenchy, Fendy atau Dior. Dan biasanya mereka memakainya secara matching dengan merk handbag mereka. Super!

3. Burqa

adalah penutup wajah seperti masker, jadi tinggal mata saja yang terlihat. Di Indonesia kita menyebutnya cadar. Disini juga jarang yang memakai burqa.

4. Gishwa

adalah kerudung tipis yang fungsinya menutup kepala dan rambut. Bentuknya seperti tudung saji tipis, yang menutupi bagian wajah sehingga masih bisa melihat keluar dan agak tebal dibagian rambut. Saya belum pernah melihat ada orang yang memakai Gishwa di Dubai. Gishwa yang pernah saya lihat hanya terdiam di musium Heritage Village di Abu Dhabi.

Jadi kesimpulannya pria sehari – hari selalu memakai Kandura dan Egal baik untuk pegawai bank, petugas airport atau pengusaha.Tidak lupa sandal kapanpun dimanapun 🙂

Untuk petugas polisi, mereka memakai seragam hijau dengan model seperti baju safari supir di Indonesia yang lagi ngetrend.Tapi anehnya sepatu yang dipakai sepatu kulit warna merah, gak matching ya :).Sementara supir taxi, umumnya memakai kemeja lengan panjang warna coklat muda dan celana coklat tua, rapih!

Sementara para wanita, selalu abaya hitam dan shela hitam. Modelnya bisa A line atau lengan kelelawar dengan kristal kristal diujung lengan abaya. Begitu juga dengan shela hitamnya, dihiasi mote kristal warna terang atau inisial designer ternama. Harga untuk abaya dan shela bisa dibilang cukup mahal walau tujuannya untuk menunjukkan kesederhanaan. Untuk melengkapi penampilan, mereka “menaikkannya” dengan handbag dan high heels bermerk dan parfum yang wuangi buanget.

Naik Taxi di Dubai

Pertama kali naik taxi di Dubai yah waktu baru sampe di airport. Saya kaget banget karena supir taxi nya ngebut banget, asli ngebut kayak lagi nyetir sendiri, gak mandang saya bawa 2 anak kecil. Iya memang waktu itu jam 2 pagi dan jalanan sepi, tapi ngebutnya tuh, kayak supir kopaja di Jakarta. Yang sering naik kopaja pasti bisa ngebayangin gimana ngebut dan zig zagnya.Oke, saya cuma bisa diam dan pegangan kursi erat – erat. Kalau yang naik pembantu saya, pasti dia udah muntah 🙂

Selanjutnya kami naik taxi untuk pergi ke mall atau kerumah sepupu yang juga tinggal di Dubai. Supir taxi rata – rata berasal dari india, bangladesh, syria juga pakistan. Jadi kebayang kan bagaimana logat mereka dalam bahasa Inggris. Sometimes dapat supir yang sok tau dan asal inggrisnya, tapi selama kita ngerti dia ngerti, okelah. Kadang juga dapat supir yang gak ngerti jalan, karena mereka baru datang dari India. Yang ngeselin, kalau diajak sama – sama nyari jalan, wuih galakan mereka, bisa – bisa mereka yang marah kalau kita nggak tahu jalan. Laaaaahhhh????

Hampir tiga bulan saya disini baru kemarin, berani naik taxi sendiri ke rumah sepupu. Sebelumnya juga pernah tapi untuk ke kantor suami, yang memang ancer2nya gampang, jadi gak usah banyak cingcong ma drivernya. Naaahh, sebelum naik taxi saya berdoa banget supaya dapat supir yang baik dan sabar. Alhamdulillah waktu berangkat dapat supir yang baik juga sopan, walau saya lupa jalannya. Untuk dia saya kasih tips lebih. Waktu pulang, alhamdulillah lagi dapat supir Pakistan yang ternyata nih, punya pacar orang Sumbawa, jadi dia tahu apa kabar, kiri, lurus dan kalimat simple lain in Bahasa. Malahan saya disuruh ngomong sama pacarnya yang lagi telpon dia, disangka sesama pembantu. Nasib ya tinggal di negara wilayah Arab, dimana kebanyakan wanita Indonesianya bekerja sebagai pembantu. Begitu tau saya ikut suami, baru dia nawarin boleh kerja sama saya nggak, hihihi. Terakhir, begitu sampe dia bilang nggak usah bayar, hehe jangan dong kan dia nyupir juga kerja, masa digratisin.

Btw nih, kebanyakan mereka, kalau tau saya orang Indonesia, dia nanya Indonesia itu dimana? Oooh masih banyak ya yang belum tahu Indonesia 🙁 . Kadang ada juga yang tahu Jakarta, tapi nggak tau kalau Jakarta itu ibukota Indonesia, gubrak 😀