What To Do in Dubai (My Version)

Pertanyaan yang paling sering diajukan pembaca/pengunjung blog ini adalah what to do in Dubai atau Do’s and Dont while you in Dubai, which is memang belum pernah saya tulis.

Topik diatas belum pernah saya angkat karena emang kalau kita rajin browsing sudah banyak banget infonya yang menarik. Apalagi kalau udah ikut tour, gak usah bingung lagi kan ya harusnya. Maka itu saya buat “what to do in Dubai (my version).

Kalau cuma punya waktu singkat, karena transit umrah, naik haji, atau perjalanan dinas. Ini yang “wajib” dilihat/didatengin di Dubai :

1.BURJ KHALIFA >> akses masuk melalui Dubai mall. Mall yang maha luas dan gak cukup seharian buat muterinnya. Kalau ada duit lebih, silakan naik ke atas, kalau budget terbatas, minimal foto dengan BK sebagai backgroundnya. Jangan lupa liat aquarium raksasa di dalam Dubai Mall ya.

2. BUR DUBAI >> kalau suka suasana tradisional, Bur Dubai sedikit mewakili dimana transaksi jual beli souvenir dan oleh – oleh khas Dubai dapat dilakukan dengan tawar menawar. Beberapa penjual sudah tahu loh sedikit2 bahasa Indonesia seperti murah, mahal, dan nominal uang.

3. DESERT SAFARI >> untuk lengkapnya baca postingan saya tentang desert safari ya. Dijamin gak nyesel ikutan ini.

4. JUMEIRAH BEACH >> pantai di Dubai mungkin gak seindah pantai- pantai di lombok atau pulau lainnya di Indonesia. Tapi setidaknya semua pantai di Dubai bersih dan terawat. Khusus JB, anda bisa foto dengan latar belakang hotel BURJ AL ARAB. Kalau punya budget lebih ya silakan  setidaknya nyoba high tea tour di BAA. Pasti jadi pengalaman yang seru.

5. Naik transportasi umum Dubai >> tour atau jalan – jalan yang murah sambil liat Dubai ya dengan naik metro atau busnya. Didalamnya bersih, dingin dan seru liat pemandangan gedung – gedung yang keren atau sisi lain Dubai di daerah bur dubai.

Kalau punya waktu lebih banyak, minimal seminggu aja, daftar dibawah bisa dicoba biar lebih puas jalan- jalan di Dubai dan sekitarnya.

6. GOLD SOUK >> sebenernya cuma pasar emas aja sih. Tapi buat perempuan kalo bisa beli deh minimal cincin dengan desain khas timur tengah atau India. Cantik dan unik. Untuk menuju Gold Souk, bisa langsung dengan taksi atau naik abra (perahu) dari Bur Dubai.

7. Eksploring Mall to mall >> mall di Dubai keren- keren, unik dan super duper luas. Mata harus awas liat tanda sale atau diskon, banyak juga kok barang bermerk yang sale-nya beneran. Bahkan lebih murah dari Jakarta, dan kadang banyak model yang di Jakarta nggak keluar. Januari adalah bulan Dubai Shopping Festival. Inget ya Januari! 🙂

8. GRAND MOSQUE Abu Dhabi >> mesjidnya luas banget. Jangan lupa pakai baju yang sopan ya. Buat perempuan, akan dipinjemin abaya dan kerudung disana.

9. SHARJAH & AJMAN >> kalau punya kerabat yang punya kendaraan, gak ada salahnya jalan-jalan ke Sharjah (ada blue souq disana) dan Ajman. Yaaa biar tau aja sih, negara bagian lain dari UAE selain Dubai dan Abu Dhabi. Selain itu, jarak tempuhnya juga tidak terlalu jauh.

10. The Walk @ JBR >> kalau yang ini karena saya suka aja 🙂 selain pernah tinggal di JBR, suasananya emang enak. Bisa jalan-jalan atau nongkrong di kafe dan restoran yang langsung menghadap ke laut. Tapi jangan kesini saat musim panas ya…gerah! mendingan ngadem di mall 🙂

11. DUBAI MUSEUM (dan museum lain) >> saya juga sudah menulis tentang Dubai Museum, yang jelas bagus, informatif, bersih dan tak lupa berpendingin udara.

Sisanya terserah deh mau jalan- jalan kemana lagi, saya yakin masih banyak sih tempat lain yang menarik di Dubai. Again, list diatas kan jalan-jalan Dubai versi saya. Cheers!

 

 

Desert Safari – Roller Coaster di Gurun Pasir

Berkunjung ke Dubai belum sempurna kalau belum nyobain Desert Safari. Tadinya saya pikir desert safari tuh “cuma” jalan – jalan doang gitu di gurun pasir. Yaaaaah, ngapain bayar mahal kalau cuma liat gurun pasir aja, di sekeliling Dubai emang gurun pasir bukan….Ternyata salah!

Setelah setahun tinggal di Dubai, saya baru berkesempatan nyobain “Desert Safari”, itupun karena kedatangan mama papa yang heboh gak mau kalah sama ussy – andika katanya. Alamaaaaak!!! Baiklah, setelah merayu suami, akhirnya saya datangi salah satu biro perjalanan di Dubai. Saya pilih Dnata, karena satu perusahaan dengan emirates airlines. Dengan nama besarnya mudah – mudahan tidak mengecewakan, demikian harapan kami.

Biaya desert safari perorangnya dikenakan  295AED, tapi karena saya bilang bawa anak kecil, disarankan untuk sewa satu mobil saja dengan ongkos 1352AED. Karena, anak kecil pun dihitung satu orang. Setiap peserta wajib dapat satu kursi dan satu seat belt, agar aman selama desert safari.

Safari dimulai dengan jam 15.00 kita dijemput di apartemen kita, kemudian dibawa menuju daerah gurun. Sebelum real safari dimulai, kita berhenti di mini market yang jual souvenir2. Disana udah banyak banget rombongan lain yang kumpul, pipis – pipis dulu, beli snack, souvenir, kebanyakan sih para pria termasuk suami beli sorban dan langsung dipake. Biar lebih berasa gitu jadi orang arabnya 🙂

Sepuluh menit kemudian, mobil jalan kembali, dan berhenti di peternakan unta. Yang mau foto – foto sama unta atau background gurun, dikasih waktu 10 menit. Yang seru adalah kita bisa ngeliat dan moto asyik mobil – mobil tour lain yang lagi beraksi di gurun pasir. Keren deh. Selesai foto – foto, jreng – jreng, siap – siap yaaa, semua seat belt dipake! Dan si sopir pun mulai beraksi, naik turun meliuk liuk jungkir miring kanan kiri, anak – anak teriak – teriak kegirangan, sementara saya nahan napas, antara mual dan takut, hahaha norak. Padahal itu udah dikurangin speed dan liukannya karena bawa balita. Oh my God, gimana kecepatan sebenarnya yah…

Di tengah gurun, mobil berhenti kembali, dan kita dikasih kesempatan untuk liat sunset. Karena cuaca lagi rada mendung, mataharinya jadi gak gitu keliatan. Jadinya kita foto – foto lagi aja. Kemudian kita jalan lagi, tapi udah gak meliuk – liuk. Melipir ke jalan raya, gak jauh, belok lagi ke gurun, akhirnya nyampe juga ke tenda perjamuan. Di depan tenda udah disambut sama 2 unta yang gede banget. Bagusnya pake Dnata, tendanya itu eksklusif punya Dnata, jadi bukan gabungan dari tour – tour kecil. Turun dari mobil, karena rombongan lain udah ngerubungin unta, kami memutuskan untuk masuk ke kumpulan tenda aja. Disambut dua pria arab, yang menawarkan cuci tangan pakai air mawar, kemudian kita dikasih kopi arab dan korma.

Kita bisa pilih, tenda mana buat kita istirahat. Kira – kira ada 10 tenda, yang masing – masing isinya sesuai fasilitas, seperti : tenda khusus buat shisa, tenda buat bikin henna, tenda makanan, tenda minuman, tenda baju tradisional arab (buat foto-foto), dan tenda buat istirahat/makan. Surprisingly, toiletnya bagus walau ditengah gurun pasir gitu. Yang mau digambarin henna boleh, yang mau nyisha boleh, yang mau perosotan di pasir juga bebas aja. Kira – kira jam 19.00, tenda makanan baru dibuka, makanan yang disediakan ada nasi biryani, ayam bakar, kambing bakar dan juga sate sapi, ada humus, kari, dan salad arab. Semua boleh diambil sekenyangnya.

Selesai makan, jam 20.00 peserta tour dikumpulkan di tengah area, ada panggung buat lesehan dan nonton belly dance. Alunan lagu padang pasir pun mulai terdengar kencang, dan si penari masuk ke tengah panggung. Sementara sang penari meliukan pinggul dan perutnya, semua laki – laki pun mulai gak berhenti jeprat – jepret. Setelah tari perut, si penari menari dengan pedang yang disisipkan di dada, pinggul juga kepala sambil badannya terus bergerak, yang terakhir menggunakan tongkat yang diputar putar layaknya seorang mayoret. Gak nyangka dari lenggak lenggok bisa sigap gitu mainin tongkat 🙂

Sekitar jam 20.30, acara pun selesai, dan kita kembali ke mobil untuk diantar pulang. Tapi kali ini, tidak lewat gurun pasir lagi. Dan ternyata kita keluar di daerah al aweer, kira – kira sejam lah dari Dubai kota. Akhir kata, emang gak nyesel deh ikutan desert safari. Biar mual – mual dikit, tapi seneng bisa ngerasain suasana tradisional arab yang emang jarang kita temuin.Satu lagi, saya salut deh, ternyata gurun pasir “kayak gitu” aja bisa jadi ladang turis untuk berwisata. Yuk ah, yang belum nyobain desert safari, harus coba!