Jalan – jalan ke Malang

DSC00659

Pengen cerita tentang jalan – jalan ke Malang yang katanya bagus buat wisata keluarga. Semakin banyak browsing, makin lama makin minat banget kesana. Akhirnya mulai deh hunting tiket. Untuk berangkat, kita pake Citilink dapet harga perorang sekitar 500an, berangkat dari Halim PK. Sedangkan pulangnya, kita memilih Sriwijaya yang punya banyak pilihan jam terbangnya, walau turunnya di Soekarno Hatta bukan Halim PK. Tiket pulang dapat harga 700rb,lebih murah dari Citilink yang hanya sekali terbang dari Malang dengan harga 1,5jt/orang.

Di Batu Malang, sebenarnya banyak hotel dan Villa dengan pemandangan bagus. Namun, dengan pertimbangan fasilitas hotel yang lengkap serta adanya perkebunan Apel, maka pilihan kami jatuh pada Hotel Kusuma Agrowisata. Karena kami juga mengajak orangtua, maka kami memilih villa/cottage yang memiliki 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi dalam. Fasilitas yang didapat antara lain : sarapan dan memetik buah di perkebunan apel atau jambu (pilih salah satu). Ada fasilitas waterpark dengan harga 30rb/orang. Untuk memudahkan transportasi, kami juga menyewa mobil Innova plus supir dengan harga yang relatif murah dibanding sewa di Jakarta, hanya 500rb/24jam. Diluar bensin yang hanya kami isi sekali sebanyak 300rb untuk pemakaian 3 hari.Selain itu, kita juga harus menanggung uang makan supir. Rata – rata sih sekali makan di sini 30rb-an.

Hotel Kusuma ini, terletak kira – kira 1 jam lebih dari bandara Abdul Rahman Saleh. Lokasi nya yang dipuncak memiliki pemandangan gunung yang indah banget. Air masih terasa dingin, udara pun sejuk.Cuma memang rada jauh aja dari Malang yang macet, jadi kalau udah di Batu males turun ke bawah (baca : Malang). Hari pertama, begitu sampai di bandara kami sudah dijemput oleh pak Budi, driver sewaan kami. Pesawat yang sempat delay karena Jokowi juga mau terbang, plus kabut saat mau landing bikin makin siang aja kita mendarat, jadi sudah hampir makan siang. Langsung dibawa ke Rawon yang terkenal di Malang, Rawon Nguling. Pesen Rawon Buntut sama pecel. IMHO rasanya standar aja, sesuai sama harganya. Lanjut dari sini, kita menuju resto legendaris Toko Oen. Menu disini ditulis dengan bahasa Belanda. Pengunjung Belanda yang datang untuk bernostalgia juga banyak, sambil melihat – lihat foto Malang jaman dahulu yang dibingkai di pigura besar di dinding restoran. Kami pesan steak yang pake toping telor ceplok (85rb), Kroket (40rb), aneka eskrim (35rb-an), plus sop buntut buat mama yang baru bergabung dari Blitar. Rasa berbanding harga dan tempat : ya….bolehlah 🙂

Toko Oen

Karena hari udah makin siang, kami memutuskan untuk langsung ke hotel. Tapi mampir dulu di toko oleh – oleh Wicaksono. Tokonya mblusuk di tengah komplek perumahan, tapi isinya lengkap dan bikin kalap. Jual aneka kripik, krupuk, minuman, sambel juga getuk instan. Gak beli terlalu banyak kripik nangka dan kentangnya, sampe Abu Dhabi baru dicoba ternyata enaaaaak banget. Nyesel gak beli banyak 🙁

Toko oleh - oleh Wicaksono (semua enaaak)

Toko oleh – oleh Wicaksono (semua enaaak)


Villa kami di Kusuma Agrowisata

Villa kami di Kusuma Agrowisata

View depan Villa

View depan Villa

Sampe hotel, senang banget begitu liat dapet villa yang lokasi nya depan waterpark dan samping kebun apel. Pokoknya pemandangannya kece banget. Setelah istirahat, malemnya kita ke Batu Night Spectacular. Tempat kayak pasar malam dengan plus taman lampion. Taman lampionnya bagus dan cocok jadi lokasi foto yang cantik. Gak sedikit yang niat bawa tripod dan puas – puasin foto di setiap titik. Iseng nyoba sepeda udara yang ngelilingin taman yang lumayan luas, hadeuh dasarnya penakut, sepanjang naik sepeda muka lurus kedepan, jantung dag dig dug takut, padahal pemandangan Batu di malam hari emang spektakular. Hampir mirip Dago.Tadinya mau dinner di Bakso Presiden Malang, tapi nyobain bakso di foodcourt BNS ternyata juga enaaaak banget. Jadi batal deh turun ke Malang karena udah kenyang.

Taman Lampion Batu Night Spectacular

Taman Lampion Batu Night Spectacular

IMG_5023

Batu Night Spectacular

Batu Night Spectacular

DSC00636

DSC00632

Besok paginya, kita sarapan di area hotel di restoran Hortensia. Cerita sarapan, karena suka banget view pegunungan depan restoran yang bagus banget, untuk makanan di resto sih buat saya cuma dapet nilai 6 deh. Sekedar pengganjal perut laper aja. Selesai sarapan, kami sempatkan menikmati fasilitas hotel sekaligus mengajak anak – anak merasakan petik apel langsung dari pohonnya.

View saat sarapan, indah banget

View saat sarapan, indah banget

IMG_5051

Di perkebunan apel

Di perkebunan apel


Pagi ini, tujuan kita adalah Batu Secret Zoo. Antrian tiketnya yang panjang banget sempat bikin goyah iman, sampe akhirnya saya nanya mas – mas dibelakang, bagus gak sih mas Zoo nya? Wah…bagus banget mba. Apanya yang bagus kata saya, hewannya tuh unik mba, luas banget lagi didalem, banyak tempat main anak. Sempet masih kurang percaya dan pengen ganti tujuan aja jalan – jalan ke Malang, tapi masa udah jauh – jauh kesini gak masuk. Terus gak sengaja mata baca tulisan di spanduk, untuk debit BCA bisa beli tiket di kantor Marketing. Ya ampun bilang kek dari tadi, udah ngantri 1/2 jam baru baca. Ternyata selain lebih cepet, pake debit BCA juga diskon 20%. Lumayan banget. Harga tiket 75rb. Which is super worth it menurut saya.

DSC00696

DSC00694

IMG_5076

IMG_5072

DSC00689

DSC00699

IMG_5215

Masuk ke Zoo, perasaan yang capek abis ngantri dan cuaca yang mulai panas mulai berganti menjadi ceria saat melihat area zoo yang bersih, hewan – hewan yang unik dan sehat, juga area yang tertata rapih. Setelah 10 menit jalan, saya liat spanduk e-bike dengan harga 100rb/3 jam. Suami langsung minat dan sewa 2 e-bike. Satu buat papa, satu buat saya yang lagi sakit pinggang. E-bike ini juga worth it banget dan amat sangat saya sarankan untuk sewa ini sebelum pinggang copot naik ke Zoo yang makin lama makin nanjak. Jadi, secret Zoo ini konsepnya kebun binatang yang bisa ditempuh dengan jalan kaki karena lokasi kandangnya berurutan tidak seperti ragunan yang jaraknya berjauhan. Masing – masing area dibagi berdasar jenis hewan. Dipuncak zoo ada waterpark, foodcourt, mesjid dan area bermain anak – anak. Oh iya yang mau nginep lebih deket dengan zoo ada hotel namanya Pohon Inn. Kesimpulan, BSZ ini bagus banget bikin anak dan ortu happy, musti seharian disini baru puas.Di sebelah Zoo ada musium satwa, saking teparnya kami nggak sanggup masuk musium, cuma foto di depannya karena gedung musiumnya unik dan megah.Selesai dari zoo, untuk mengisi perut yang sudah kelaperan kami memutuskan untuk makan di restoran berputar Jungle Fast Food. Kalo ditanya rasa, biasa banget mendingan makan bakso malang pinggir jalan 🙂

Bakso Malang Pinggir Jalan

Bakso Malang Pinggir Jalan

Bakso Malang ekstra bakso goreng. Supeeer banget.

Bakso Malang ekstra bakso goreng. Supeeer banget.

Malamnya kami mengunjungi Mesum Angkut, museum aneka transportasi dari berbagai dunia yang digabung dengan pasar apung. Jam buka mulai 12.00 – 20.00. Tiket masuk per orang 60rb. Museum yang memiliki 3 tingkat ini ternyata luas banget, disarankan minimal siapkan waktu 4 jam jika ingin puas, karena lagi – lagi museum ini kereeen. Seneng deh kalo makin banyak tempat wisata di Indonesia yang bisa diatur dengan rapih, bersih dan modern.

DSC00786

DSC00757

DSC00743

Museum Angkut -  Batu, Malang

Museum Angkut – Batu, Malang

Museum Angkut - Batu, Malang

Museum Angkut – Batu, Malang

IMG_5105

IMG_5132

IMG_5133

IMG_5134

Museum Angkut - Batu Malang

Museum Angkut – Batu Malang

IMG_5130

Museum Angkut - Batu, Malang

Museum Angkut – Batu, Malang

Museum Angkut - Batu, Malang

Museum Angkut – Batu, Malang

Hari terakhir di Batu kami putuskan untuk mengunjungi air terjun Coban Rondo. Lokasinya sedikit naik keatas lagi dari hotel Kusuma Agrowisata. Lagi – lagi saya dibuat kagum dengan kesiapan pengelola air terjun ini sebagai tujuan wisata dan perkemahan. Untuk masuk ke air terjun ini, kita harus bayar tiket mobil 5000, sedangkan perorang dikenakan biaya 15rb. Lahan parkir cukup luas, dan kita nggak harus mendaki terlalu jauh dari lokasi parkir. Jalan menuju air terjun juga bisa dilalui oleh stroller dan kursi roda. Kebetulan Hakeem pake stroller sementara papa pake kursi roda. Dua2nya cukup mudah untuk naik keatas dan menikmati indahnya air terjun.Sampai jumpa lagi Malang, kamu mempesona!

DSC00795

DSC00807

Air Terjun Coban Rondo - Batu, Malang

Air Terjun Coban Rondo – Batu, Malang

Mencari Dinosaurus Yang Kabur

Columbus Circle

Columbus Circle

Columbus Circle adalah semacam bunderan HI – nya New York, yang terletak diantara Central Park Selatan dan Central Park barat. Di area situ, ada mall yang menurut saya nggak terlalu besar dibanding mall – mall di Jakarta, namanya Time Warner Centre. Pagi ini kami kesana karena suami mau beli Microsoft Watch, titipan temannya. Setelah nunggu, pelayannya masih siap-siap dengan santainya, padahal kostumer udah ngantri. Akhirnya saya cuek aja deh nanya, ternyata udah sold out saking lakunya. Kebetulan di depan Microsoft store (judulnya aja store padahal mah lapak kecil 🙂 ), ada H&M yang majang tulisan sale up to 70%, masuklah si emak yang paling gak bisa liat kata – kata sale ini. Ternyata….yang di sale cuma kaos kaos lengan pendek, tipis pula. Iiih KZL kalo kata anak gaul 😀

Time Warner Centre

Time Warner Centre

Menunggu kereta datang

Menunggu kereta datang

Selanjutnya kita naik subway menuju ke American Museum of Natural History. Itu tuh…yang jadi lokasi shooting Night at The Museum, yang dinosaurusnya ngejar – ngejar penjaga museum. Tau dong ya…Jadi dengan iming – iming liat dinosaurus, anak – anak udah nggak sabar ke museum. Ayo dong maaaa…cepetan jangan liat – liat mall aja, kata ziggy.

Keluar dari subway, terlihat antrian yang cukup panjang. Dalam hati berpikir, waduh antri apa ini? Ternyata ada pintu masuk museum yang terhubung dengan subway. Mau nggak mau, kami ikutan antri. Waktu keluar dari subway, saya sempat nyenggol anak kecil yang sedang digandeng ibunya. Namanya keluar dari kereta yang ramai begitu, kesenggol kan wajar ya, tapi si ibu bule itu sempat misuh – misuh, bikin hati jadi sebel. Tambah lagi harus ngantri, pikir saya ya ampun ke museum aja harus ngantri panjang banget. Saya nggak mikir, namanya museum yang terkenal sejagat raya, lokasi di negara adi daya, ya jelas aja semua orang apalagi yang punya anak tumplek blek semua pengen kesini, tambah lagi musim liburan, komplit sudah kesebelan saya. Disini enggak perduli nenek kakek, bawa bayi, orang dengan kursi roda atau ibu hamil, semua sama aja, wajib antri, pengecualian hanya untuk member yang jadi donatur terdaftar untuk museum. Saya lihat sendiri pasangan kakek nenek yang minta diduluin, ditolak dengan tegas oleh sekuriti.

Sampailah giliran kami untuk bayar, tarif di website sih $22, tapi kalau mau lebih murah beli langsung di museum. Kami ditanya untuk 2 orang dewasa dan 3 anak, bayar $36 oke enggak? Yaudah, masa minta diskon lagi yah.Karena udah capek ngantri dan hampir jam makan siang, kami langsung menuju foodcourt yang kebetulan juga terletak di basement, lantai yang sama dengan tempat kami masuk via subway exit. Anak – anak pilih mac and cheese, saya pilih chicken finger dan cheese pizza, suami pilih nasi kuning dengan tumis kacang panjang (hahaha kayak makan di warteg aja). Ternyata mac n cheesenya ditimbang waktu di kasir, dan per 100gram harganya $5. Mahalnya…. Ziggy minta air putih karena saya lupa bawa bekal air. Ternyata enggak ada air putih, adanya sparkling water, air putih bersoda. Karena air putih tersedia gratis dari water fountain di beberapa tempat di area museum. Oh iya ngomongin air putih jadi inget kalau bener kalau ada orang yang bilang harga air putih di beberapa tempat lebih mahal daripada harga bensin di Indonesia. Jadi saya pertama kali sampai di airport sempat beli air mineral sebotol 500ml $8 aja.Tapi…kalau beli air mineral di abang – abang hotdog harga antara $1-3. Kalau di minimarket juga tetap harus liat merk dan harga juga sebelum sampe kasir ya. Kan ada tap water??? Iya tapi saya belum terbiasa, rasanya masih kayak air keran 😛

Okay, petualangan di museum dimulai dengan mencari si dinosaurus yang legendaris itu. Dimanakah dia berada…..Kami menuju ke lantai 1, karena harusnya ada dibagian depan area resepsionis kan. Ternyata oh ternyata di area ini antrian luar biasa panjangnya. Heater yang harusnya menghangatkan ruangan malah menjadikan sauna bagi para pengunjung. Terpaksa kami semua lepas jaket tebal. Sebelumnya, saya benar – benar blank tentang museum ini. Jadi kalau ada fakta yang salah silakan koreksi atau kalau mau tau yang lebih detail silakan google sendiri ya. Ini cuma cerita pengalaman saya ngubek – ngubek museum randomly. Jadi karena banyaknya orang yang berpikiran sama kayak saya, pengen napak tilas “Night at the museum” aja, makan tersedialah brosur yang berisi informasi barang dan lantai berapa saja yang jadi lokasi shooting si film NATM itu. Dan si dino yang ada di resepsionis ya fosil dino biasa aja, kurus tinggi menjulang tapi bukan yang ada di film, karena dino aslinya itu ada di lantai 4. Baiklah kita ke lantai 4 dulu, oh iya disini enggak ada eskalator. Adanya tangga dan lift yang juga jarang plus lama antrinya. Museum ini ternyata luwaaaaaaaaas banget dan banyak ruangan – ruangannya. Nyasar deh kalau nggak liat peta. Oh iya disini juga ternyata ada area Indonesia loh, seneng dan bangga deh. Ada display penari bali, kampung bali, juga wayang. Karena suasana yang remang – remang, hasil foto juga perlu editan maksimal, hihihi.

Area resepsionis museum

Area resepsionis museum

Carnosaurs

Carnosaurs

DSC00242

DSC00232

IMG_1259

IMG_1256

IMG_1254

Hai Dum Dum!

Hai Dum Dum!

Display Indonesia di AMNH

Display Indonesia di AMNH

With Uncle Teddy

Brosur Night at the Museum

Brosur Night at the Museum

Capek banget muter – muter museum yang luas ini ternyata, tambah suasana yang penuh dan panas. Kami memutuskan untuk keluar, kebetulan di museum ini banyak banget akses pintu keluar dan masuknya, jadi kalau udah capek dan bosen tinggal cari exit terdekat, enggak harus balik ke main exit. Begitu keluar dari museum yang panas, bbrrrrr udara dingin kembali menyergap, cepat – cepat saya pake jaket. Ziggy yang masih nagih air mineral langsung nunjuk abang – abang hotdog, minta beli air. Bedanya sama UAE, disini banyak abang – abang hotdog dan minuman kayak di Jakarta, hihihi jadi gampang kalau mau jajan dan haus.Sayangnya enggak ada teh botol apalagi cireng 🙂

DSC00253

Dari museum, kami kembali naik subway menuju hotel. Sempat mampir TJ Max, outlet kecil yang banyak pengunjungnya tapi kurang menarik menurut saya. Trus iseng nyobain beli donat di dunkin donat, rasanya sedikit lebih light dibanding dunkin di Jakarta yang lembut dan UAE yang rada bikin haus. Malamnya istirahat karena besok pagi kita mau ke Boston.